Monthly Archives: April 2008

Stop This Train

No, I’m not colorblind
I know the world is black and white
Try to keep an open mind
But I just can’t sleep on this tonight

Stop this train
I wanna get off
And go home again
I can’t take the speed it’s moving in
I know I can
But honestly, won’t someone stop this train?

Don’t know how else to say it
Don’t want to see my parents go
One generation’s length away
From fighting life out on my own

Stop this train
I wanna get off
And go home again
I can’t take the speed it’s moving in
I know I can
But honestly, won’t someone stop this train?

So scared of getting older
I’m only good at being young
So I play the numbers game
To find a way to say that life has just begun

Had a talk with my old man
Said “help me understand”
He said “turn sixty-eight
You renegotiate”

“Don’t stop this train
Don’t for a minute change the place you’re in
And don’t think I couldn’t ever understand
I tried my hand
John, honestly we’ll never stop this train”

Once in awhile, when it’s good
It’ll feel like it should
And they’re all still around
And you’re still safe and sound
And you don’t miss a thing
Till you cry when you’re driving away in the dark
Singing

Stop this train
I wanna get off
And go home again
I can’t take the speed it’s moving in
I know I can
Cause now I see I’ll never stop this train

(John Mayer, continuum)

Have u ever feel that time goes really fast and you cant follow the pace?well, at this moment i feel it. i really “can’t take the speed”. I wanna go back to the old times. I wanna go home.

Homesick

Sudah tiga hari ini gw merasakan hal yang sebelumnya belum pernah dirasakan, yaitu homesick. Selama 4 tahun gw tinggal di Bandung tidak pernah merasa homesick. Gw termasuk mahasiswa yang jarang sekali pulang kampung. Mungkin dalam setahun, kepulangan ke Jakarta bisa dihitung dengan satu tangan. Memang jarak Jakarta-Bandung hanya dua jam, sehingga mungkin perasaan homesick tidak timbul

Puncaknya adalah ketika lagi training di Kelas. Entah kenapa, gw sangat ingin pulang. Ketika itu pikiran gw tidak bisa fokus. gw malah membayangkan masa-masa kuliah dulu di Bandung. Masa-masa ketika gw bersenda gurau bersama teman-teman di salah satu tempat nongkrong di daerah Bandung utara yang indah, sehingga di tempat itu waktu terasa terhenti dan beban terasa ringan; ketika “nongkrong” di sela-sela waktu kuliah; masa-masa ketika gw melakukan perjalanan ke lapangan melihat sisi lain Jawa Barat; Masa-masa kuliah lapangan ke Taman Nasional Baluran yang melelahkan tetapi menorehkan kenangan yang tak terlupakan; ketika rapat-rapat koordinasi di Ranjang Hina “NYMPHAEA” tercinta, masa ketika selesai UTS pada masa TPB yang kami bahas sampai malam walaupun ujian telah selesai, dan kami sadar ternyata belajar lebih efektif ketika ujian selesai; dan penjelahan restoran-restoran di Bandung bersama pacar tercinta. Ah, masa-masa itu.

This feeling is killing me!!!! So, I was trying to find another person that has same feeling like I am feeling. Is there anyone? Gw akan terlihat lemah kalo curhat mengenai hal ini ke temen2 gw sesame trainee. Cerita ke orang tua efeknya bisa lebih parah. Mereka akan khawatir dan nyruruh gw pulang. Pilihan terbaik adalah cerita ke pacar dan teman-teman kuliah. Tapi, keadaan pacar gak berbeda dengan gw. Bahkan dia ada di Negeri orang. Curhat tentang homesick malah akan menghancurkan hatinya.

Akhirnya gw memutuskan untuk curhat ke teman-teman kuliah dulu. Ternyata ketika sedang curhat sama teman lewat YM, Kakakku Sheika yang sekarang lagi melanjutkan studi di Perancis bersama suaminya sedang online. Di statusnya dia nulis I wish I were at home. Langsung gw IM dia “believe me or not I miss my hometown too”. Belum sempat gw curhat, ternyata dia curhat duluan. Masalah yang menimpa kakak gw jauh lebih berat daripada sekedar homesick. Masalah yang gak akan gw dapet di jenjang kehidupan yang sekarang. Dia mendapat masalah bahkan ketika dia sedang hamil dan merancang tesis S2. Luar biasa. Ketika mendengar curhatan dia, gw malu. Masalah yang gw hadapi terlihat sangat kecil bila dibandingkan dengan masalah yang dia hadapi. Seketika itu gw langsung mensyukuri bahwa Tuhan masih memberi masalah yang masih bisa dihadapi.

Seketika itu pula beban gw berkurang. gw prihatin. Jelas, posisi gw sekarang jauh lebih enak dibandingkan dengan posisi Kakak gw. Perasaan homesick yang tadinya menghimpit dada perlahan-lahan mulai lepas. gw menganalisa diri sendiri. Mungkin perasaan ini bukan homesick. Mungkin gw belum bisa melepaskan kehidupan masa kuliah dulu. Ya, gw semakin yakin. gw masih dibayang-bayangi kehidupan kuliah dulu. Padahal, sekarang gw sedang berada di fase hidup yang jelas berbeda. Tantangan yang gw hadapi berbeda, tanggung jawab yang gw pikul juga berbeda. Memang, ketika kita menganggap diri kita dalam suatu permasalahan. Kita gak bisa berpikir positif, kita terpuruk dengan keadaan. Baru ketika kita melihat orang lain yang memiliki masalah yang jauh lebih berat perlahan-lahan kita bersyukur. Baru kita menyadari masalah kita itu bisa diselesaikan. Ya, perasaan manusia memang sungguh menipu. Hanya gara-gara homesick. Gw larut dalam perasaan kangen yang akhirnya malah membuat gw gak semangat belajar di kelas.

Gak enak badan eyyy

Entah kenapa abis lari sore tadi, badan gw ga enak. Mungkin gejala flu.  Tapi melihat dari gaya hidup gw yang sehat dan teratur,  seharusnya hal ini gak perlu terjadi.

Ayo kita lihat rutinitas gw selama menjalani training di PT. Pupuk Kaltim

  1. 5.00 wita (jam 4 wib): Bangun trus langusng mandi dan sholat subuh.
  2.  5.45 wita: sarapan pagi
  3. 6.15 wita: nunggu bis jemputan
  4. 9.00 wita:break training, makan snack (ada buahnya)
  5. 12.00 wita: ishoma –> dapet makan (porsi kuli tapi gizi pejabat, hehehe)
  6. 15.00 wit: break training. Dapet snack lagi (ada buahnya)
  7. 16.00 wita: pulang training
  8. 17.30 wita: jogging sore, (15 minutes)
  9.  18.00 wita: makan malem (catering, ada buahnya)
  10.  22.00 wita: tidur

Kalo melihat dari rutinitas, teorinya gw akan sehat walafiat. karena asupan gizi gw amat mencukupi bahkan gw olahraga teratur. bayangin aja, makan berat tiga kali, makan ringan dua kali, dan disetiap makan berat dan ringan gw mengkonsumsi buah kecuali waktu sarapan pagi.

Tapi kenyataannya, lagi ngetik ini pun idung gw meler dan badan gw meriang. aneh. Memang cuaca di bontang akhir-akhir ini tidak menentu. terkadang hujan terkadang panas. Aduh, masa kalah sama cuaca sih.

kemungkinan juga imunitas tubuh gw uda menurun, karena ampir tiga bulan ini gw dimanja sama fasilitas.  Padahal pas kuliah,  gw makan gak teratur dan gak sehat sama sekali bahkan makan buah aja jarang.  Tapi gw juga ga bisa bilang kalo pas kuliah gw jarang sakit.  Selama di Bandung gw uda 2x dirawat di R.S Borromeus.  Tapi, itu karena aktivitas fisik gw berlebihan, dan gw telat makan.

aha, Istirahat. mungkin itu kuncinya. sepertinya kalo cuaca buruk gw perlu istirahat lebih banyak, mungkin. Kita lihat besok, mudah-mudahan gw gak sakit. soalnya besok gw mau bantuin Pak Ahmad Mardiani (instruktur training) masukin nilai di turnamen golf.

doakan gw sehat yak.