Homesick

Sudah tiga hari ini gw merasakan hal yang sebelumnya belum pernah dirasakan, yaitu homesick. Selama 4 tahun gw tinggal di Bandung tidak pernah merasa homesick. Gw termasuk mahasiswa yang jarang sekali pulang kampung. Mungkin dalam setahun, kepulangan ke Jakarta bisa dihitung dengan satu tangan. Memang jarak Jakarta-Bandung hanya dua jam, sehingga mungkin perasaan homesick tidak timbul

Puncaknya adalah ketika lagi training di Kelas. Entah kenapa, gw sangat ingin pulang. Ketika itu pikiran gw tidak bisa fokus. gw malah membayangkan masa-masa kuliah dulu di Bandung. Masa-masa ketika gw bersenda gurau bersama teman-teman di salah satu tempat nongkrong di daerah Bandung utara yang indah, sehingga di tempat itu waktu terasa terhenti dan beban terasa ringan; ketika “nongkrong” di sela-sela waktu kuliah; masa-masa ketika gw melakukan perjalanan ke lapangan melihat sisi lain Jawa Barat; Masa-masa kuliah lapangan ke Taman Nasional Baluran yang melelahkan tetapi menorehkan kenangan yang tak terlupakan; ketika rapat-rapat koordinasi di Ranjang Hina “NYMPHAEA” tercinta, masa ketika selesai UTS pada masa TPB yang kami bahas sampai malam walaupun ujian telah selesai, dan kami sadar ternyata belajar lebih efektif ketika ujian selesai; dan penjelahan restoran-restoran di Bandung bersama pacar tercinta. Ah, masa-masa itu.

This feeling is killing me!!!! So, I was trying to find another person that has same feeling like I am feeling. Is there anyone? Gw akan terlihat lemah kalo curhat mengenai hal ini ke temen2 gw sesame trainee. Cerita ke orang tua efeknya bisa lebih parah. Mereka akan khawatir dan nyruruh gw pulang. Pilihan terbaik adalah cerita ke pacar dan teman-teman kuliah. Tapi, keadaan pacar gak berbeda dengan gw. Bahkan dia ada di Negeri orang. Curhat tentang homesick malah akan menghancurkan hatinya.

Akhirnya gw memutuskan untuk curhat ke teman-teman kuliah dulu. Ternyata ketika sedang curhat sama teman lewat YM, Kakakku Sheika yang sekarang lagi melanjutkan studi di Perancis bersama suaminya sedang online. Di statusnya dia nulis I wish I were at home. Langsung gw IM dia “believe me or not I miss my hometown too”. Belum sempat gw curhat, ternyata dia curhat duluan. Masalah yang menimpa kakak gw jauh lebih berat daripada sekedar homesick. Masalah yang gak akan gw dapet di jenjang kehidupan yang sekarang. Dia mendapat masalah bahkan ketika dia sedang hamil dan merancang tesis S2. Luar biasa. Ketika mendengar curhatan dia, gw malu. Masalah yang gw hadapi terlihat sangat kecil bila dibandingkan dengan masalah yang dia hadapi. Seketika itu gw langsung mensyukuri bahwa Tuhan masih memberi masalah yang masih bisa dihadapi.

Seketika itu pula beban gw berkurang. gw prihatin. Jelas, posisi gw sekarang jauh lebih enak dibandingkan dengan posisi Kakak gw. Perasaan homesick yang tadinya menghimpit dada perlahan-lahan mulai lepas. gw menganalisa diri sendiri. Mungkin perasaan ini bukan homesick. Mungkin gw belum bisa melepaskan kehidupan masa kuliah dulu. Ya, gw semakin yakin. gw masih dibayang-bayangi kehidupan kuliah dulu. Padahal, sekarang gw sedang berada di fase hidup yang jelas berbeda. Tantangan yang gw hadapi berbeda, tanggung jawab yang gw pikul juga berbeda. Memang, ketika kita menganggap diri kita dalam suatu permasalahan. Kita gak bisa berpikir positif, kita terpuruk dengan keadaan. Baru ketika kita melihat orang lain yang memiliki masalah yang jauh lebih berat perlahan-lahan kita bersyukur. Baru kita menyadari masalah kita itu bisa diselesaikan. Ya, perasaan manusia memang sungguh menipu. Hanya gara-gara homesick. Gw larut dalam perasaan kangen yang akhirnya malah membuat gw gak semangat belajar di kelas.

Iklan

One response to “Homesick

  1. menurut kamu homesick itu penyakit ato apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s