Happy-go-Lucky

Happy-go-lucky

Happy-go-lucky

Betapapun  Mike Leigh (Sutradara)  memeriahkan film ini dengan warna-warna cerah ceria,  memainkan musik-musik yang bahagia, bahkan memberi judul “happy-go-lucky”, Saya tetap merasa film ini adalah tentang perjuangan berat seseorang untuk membahagiakan orang-orang disekitarnya.

Bagaimana tidak, bintang utama film ini berada di dunia yang menganggap hidup itu harus selalu disikapi dengan serius sinis. Orang-orang yang menganggap hidup itu keras sehingga kita harus lebih keras menyikapinya. Dan kebahagian seakan-akan merupakan suatu hal yang baku sehingga untuk bahagia kita harus mengacu pada hal-hal tertentu, seperti punya five years plan, menikah, punya anak, dan tabungan hari tua.

Film ini nampaknya mencoba menunjukan bahwa kebahagian yang sesungguhnya itu terletak pada kemampuan sesorang menerima keadaan dirinya. Bukan dari kesepakatan bersama mengenai bagaimana hidup bahagia. Ya, betapapun berat hidup ini, hal itu tidak membenarkan kita untuk jatuh tersungkur di dalamnya.

Disinilah kita akan  jatuh cinta kepada tokoh Poppy (Sally Hawkins).  Walaupun dunia sekitarnya dipenuhi orang-orang sinis, dia setia pada sikap bahagianya. Seakan kebahagiannya tak lekang terkena panas dan tak lapuk diguyur hujan. Coba tengok adegan saat dia ikut kursus mengemudi dengan instruktur—yang gemar teriak-teriak dan rasis− yang Saya jamin tidak akan laku di bidang jasa yang bergantung pada customer service itu. Menariknya, Poppy mampu bertahan dan mencoba menyelami diri  Instruktur tersebut sampai akhirnya tumpahlah isi hati Instruktur yang mengejutkan itu.

Sosok Poppy nampaknya dimunculkan sebagai kontras dari dunia. Sosok yang selalu menebarkan semangat yang ceria dan bahagia ini memang sangat dibutuhkan di dunia yang nampaknya semakin lama kehilangan keceriaannya. Ya, maka dari itulah saya menyebut film ini adalah film perjuangan untuk membuat orang lain bahagia.

Memang dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang tersiksa untuk memenuhi tuntutan dunia, orang-orang yang kerap kalah (atau mengalah) melawan dirinya sendiri, orang-orang yang merasa dirinya lebih berharga ketika mencaci-maki, menghina, menjatuhkan harga diri seseorang padahal sebetulnya dia sedang mencaci-maki, menghina dan menjatuhkan dirinya sendiri. Nampaknya, kebahagian adalah hal yang hampir tidak tersentuh sehingga rona hidupnya gelap gulita.

Saya termasuk orang yang sering menyerah melawan diri sendiri. Saya kesulitan melawan bad mood yang kadang menghadang atau,sering terhisap oleh suasana tidak menyenangkan yang dibuat sesorang sehingga kita ikut terlarut didalamnya. Padahal letak kebahagian sejati itu ada di dalam diri. Oleh karena itulah Saya akan mencoba resep Poppy, dengan mencoba menaklukan diri Saya. Lalu setelah itu, Saya akan mencoba membahagiakan orang lain.

Sudahkah anda membuat orang lain tersenyum hari ini?

Iklan

2 responses to “Happy-go-Lucky

  1. mybrainsgrowell

    kayak mbah surip itu donk. ketawa terus..
    “tak gendong kemana mana… enak to.. mantep to..” hahaha

  2. Menurut gw mbah surip adalah salah satu orang yang hidupnya berat. Keliatan dari sorot matanya. Itu menurut gw lho.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s