Anglingdarma

“Cicak itu, cintaku, berbicara tentang kita.
Yaitu nonsens.”

Itulah yang dikatakan baginda kepada permaisurinya, pada malam itu. Nafsu di ranjang telah jadi teduh dan senyap merayap antara sendi dan sprei.

“Mengapakah tak percaya? Mimpi akan meyakinkan seperti matahari pagi.”

Perempuan itu terisak, ketika Anglingdarma menutupkan kembali
kain ke dadanya dengan nafas yang dingin, meskipun ia mengecup rambutnya.

Esok harinya permaisuri membunuh diri dalam api.

Dan baginda pun mendapatkan akal bagaimana ia harus melarikan diri –dengan pertolongan dewa-dewa entah dari mana– untuk tidak setia

“Batik Madrim, Batik Madrim, mengapa harus, patihku? Mengapa harus seorang mencintai kesetiaan lebih dari kehidupan dan sebagainya dan sebagainya?’

Goenawan Mohamad

Puisi yang ditulis dengan bagus oleh GM ini terinspirasi dari legenda Anglingdarma. Anglingdarma adalah seorang raja yang menjadi legenda dalam tradisi Jawa. Konon, Anglingdarma adalah keturunan ketujuh dari Arjuna—salah satu pandawa dalam epos Mahabharata.

Kisah Anglingdarma menceritakan seorang raja yang dihukum oleh dewa-dewi karena mengkhianati janji setia. Akhirnya, Anglingdarma diusir dari kerajaannya dan berkelana dari kerajaan ke kerajaan untuk menebus dosa.

Puisi diatas menangkap satu fragmen di kisah ini. Tentang janji yang tidak bisa ditepati. Memang, perjalanan kisah Anglingdarma diawali dengan janji yang tak terpenuhi yang menuntun kita dari kisah satu ke kisah lain.  Diceritakan bahwa Raja yang arif ini tidak mampu memenuhi janjinya untuk setia. Permaisuri yang merasa cinta suaminya telah luntur mengajak Anglingdarma untuk bunuh diri karena tidak mau berbagi rahasia. Dihadapan api, Anglingdarma yang telah berjanji setia sehidup semati meninggalkan permaisurinya terjun sendirian ke dalam api.

Nonsens, mungkin itulah yang dipikrkan oleh Anglingdarma ketika dihadapkan pada api. Seperti apa yang dibicarakan oleh cicak itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s