Catharsis? err, maybe..

Oke, ada beberapa hal yang harus Saya luruskan.  Pertama, Saya tahu betul bagaimana menentukan skala prioritas. Jadi tolong, jangan pernah meragukan komitmen dan integritas Saya.

Memang akhir-akhir ini Saya sering terlihat uring-uringan. Tapi itu bukan karena beban pekerjaan yang berat. Juga bukan karena Saya harus lembur dua minggu berturut-turut.

Ada hal-hal yang lebih substansial yang membuat Saya resah dan uring-uringan.

Pertama adalah kejelasan pekerjaan. Saya paling tidak suka bekerja kalau tidak jelas juntrungannya, apa tujuannya? mengapa ini harus dilakukan? apa dasarnya? kapan harus dilakukan? bagaimana tingkat urgensinya? ini adalah hal-hal yang biasanya Saya tanyakan sebelum melakukan suatu pekerjaan. Memang terlihat menyebalkan.  Tapi ini penting, terutama untuk memotivasi diri Saya bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari tujuan organisasi. Bukan hanya kerjaan tidak jelas untuk menyenangkan atasan.

Kedua adalah kebiasaan kerja yang reaktif. Maaf, bukannya sok tahu, tapi tidak pernah Saya melihat adanya suatu kerangka kerja dan pembagian tugas yang jelas. Setiap ada masalah, penanganannya sangat reaktif. Jarang sekali kelihatan usaha untuk mengatasi masalah dengan komprehensif. Kebanyakan hanya upaya untuk memindahkan masalah. Kadang sulit sekali  menghubungkan ini dengan kerangka kerja dan tujuan organisasi.  Bagaimana kroco-kroco seperti saya bisa termotivasi bekerja kalau tidak tahu target jangka pendek ataupun jangka panjang?  Kerangka kerja memastikan pekerja mengetahui skala prioritas pekerjaan dan niscaya distribusi kerja menjadi lebih merata dan kontrolpun menjadi mudah.

Ketiga, mekanisme pembelajaran. Saya tidak pernah melihat adanya nursing bagi karyawan baru. Well, setidaknya Saya tidak merasakan. Seringkali Saya harus berjibaku sendiri di dunia yang belum pernah Saya masuki sebelumnya. Hasilnya? ditertawakan, diremehkan, kadang dipermainkan. Bahkan untuk bidang yang Saya kuasai pun tidak ada yang benar-benar memandu. Semuanya harus Saya gali sendiri dari dokumen-dokumen kantor. Beruntung pencatatan dokumen di tempat Saya bekerja amat baik jadi Saya amat terbantu untuk belajar.

Menurut Saya yang sok tahu ini, nursing penting menjaga kelangsungan hidup organisasi. Sistem nursing yang baik, mampu menggembleng sumber daya manusia yang menjadi motor organisasi serta memastikan transfer knowledge antara satu generasi dengan generasi selanjutnya. Oleh karena itu, nursing menjadi faktor yang krusial dalam pengembangan dan keberlanjutan organisasi.

Keempat adalah budaya. Nampaknya budaya “geng-gong” memang terlanjur berurat di tempat ini. Tidak ada masalah dengan  “geng-gong”. Hak tiap orang untuk memilih dan berkumpul bersama orang-orang yang disenanginya. Tapi kalau sudah menyangkut profesionalisme, sebaiknya budaya geng-gong dibuang jauh-jauh. Mengapa? karena dapat menimbulkan standar ganda. Seseorang yang masuk dalam suatu” geng-gong” akan dilindungi habis-habisan walaupun ia melakukan kesalahan. Namun, seseorang yang tidak masuk dalam geng-gong akan dibiarkan saja, bahkan mungkin dijatuhkan hanya karena satu kesalahan kecil. Kemudian, geng-gong dapat menghancurkan atmosfir kerja yang baik, apalagi kalau ada seorang “musuh bersama”. Bisa dibayangkan yang terjadi ada pekerjaan yang mengharuskan “musuh bersama” tersebut bersentuhan dengan “geng-gong”.

Kelima adalah komunikasi. Ampun deh, inilah yang paling sulit di Perusahaan negara. Seringkali terjadi komunikasi yang tidak lancar antara atasan dan bawahan. Entah bawahan yang merasa sungkan untuk menyampaikan sesuatu yang penting pada atasan atau atasan yang merasa jumawa sehingga tidak perlu lagi mendengar suara dari bawahan. Memang, tidak semua hal harus disampaikan kepada atasan juga tidak semua masukan dari bawahan harus ditanggapi. Namun, bukan berarti ruang komunikasi itu tertutup sama sekali. Tetap saja harus diciptakan iklim kerja yang membuat atasan dan bawahan sama-sama nyaman berkomunikasi.

***

Saya pasti kelihatan sinis dan subjektif sekali.

Tapi tidak mengapa, hari ini Saya memang ingin sekali berkeluh kesah. Saya tidak bisa menemukan cara lain untuk membuat diri saya merasa lebih baik tanpa merugikan orang lain selain menulis, berolah raga dan baca buku. Karena tingkat kekesalan Saya sudah tinggi, maka Saya harus melakukan ketiganya secara simultan (gak kebayang kan gimana caranya, Saya juga bingung, hehe). Sudah dibilang Saya multitasker sejati tidak percaya sih. hehehe.

Ah, Saya sudah merasa lebih baik sekarang. Lebih baik sekarang Saya selesaikan semua tugas sebelum berplesir ke Derawan akhir bulan nanti, hehehehe.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s