Kantong Kresek

Berapa banyak kantong plastik kresek yang anda pergunakan untuk membungkus belanjaan? Katakanlah dalam sehari paling tidak anda  dua kali berbelanja, berarti anda menggunakan dua kantong kresek.  Anggap anda tinggal di kota kecil yang berpenduduk 500,000 jiwa. Dengan asumsi orang-orang di kota anda merupakan orang yang “resik” yang langsung membuang kantong plastik, berarti  kantong kresek yang harus dikelola selama sehari mencapai 1,000,000 lembar.

Pertanyaannya, bagaimanakah cara mengelola 1,000,000 kantong kresek setiap hari? Beruntung apabila kota anda memiliki sistem manajemen sampah yang baik.  Maksudnya, sejak sampah dihasilkan sudah dilakukan pemilahan sampah untuk tujuan daur ulang dan pabrik daur ulangnya ada. Lantas, bagaimana kalau kota kita tidak memiliki konsep atau infrastruktur pengelolaan sampah? Syukur-syukur kalau anda termasuk warga teladan yang membuang sampah pada tempatnya sehingga permasalahan bisa dilokalisir. Kalau tidak, kantong kresek itu akan menjadi masalah lingkungan.

taken from tribunnews.com

Untuk lebih dekat mengenal kantong kresek, marilah kita tinjau mengenai daur hidup (life cycle) dari kantong kresek. Kantong kresek merupakan hasil polimerisasi ethylene yang berasal dari “cracking” minyak bumi. Menurut hasil analisis daur hidup (life cycle anlysis) oleh Franklin Associates, ltd yang membandingkan daur hidup kantong kresek dengan kantong kertas, energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan 15,000 kantong kresek adalah 9.3 juta btu. Sementara  per 15,000 kantong kresek, limbah padat yang dihasilkan yaitu 9.1 kaki kubik, emisi udara 17.9 pounds dan limbah cair 1.8 pounds dengan asumsi tidak ada daur ulang.

Oleh karenanya, terus menerus bergantung kepada kantong kresek untuk membungkus belanjaan kita bukan merupakan pilihan bijak mengingat terlalu banyak sumberdaya dan energi yang dihabiskan untuk hal yang terbilang remeh temeh. Bayangkan, untuk produksi 15,000 kantong kresek saja kita menghabiskan energi yang dapat menerangi 13 rumah pelanggan golongan R-1 selama sebulan!

Bertepatan dengan tahun baru 2011, ada baiknya kita mengubah kebiasaan yang merugikan lingkungan, salah satunya adalah dengan bijaksana dalam menggunakan kantong kresek. Tentu sama sekali tidak menggunakan kantong plastik merupakan hal yang sulit di masa kini mengingat kantong kresek sangat praktis dan bisa digunakan untuk banyak hal.

Hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi beban lingkungan dari kantong kresek adalah mengurangi penggunaan kantong kresek dengan tas yang bisa digunakan berulang-ulang terutama saat kita berbelanja.  Yang kedua adalah mempergunakan kembali kantong plastik yang kita miliki. Selain untuk membungkus belanjaan, plastik bisa dipergunakan untuk banyak hal; melapisi keranjang sampah, membungkus pakaian yang basah, membungkus sandal jepit dan sepatu sebelum dimasukkan di tas, sampai untuk membungkus bangkai tikus sebelum kita enyahkan (yang satu ini pengalaman pribadi).

Yang ketiga, tularkan kebiasaan ini ke rekan-rekan sekitar anda. Diharapkan  dengan menularkan kebiasaan ini, ada reaksi berantai yang menyebabkan gerakan besar untuk mengurangi penggunaan kantong kresek. Yang keempat, apabila anda mempunyai sepasang tangan yang kreatif, cobalah untuk membuat sesuatu yang memiliki nilai tambah dari sampah plastik. Selalu ada orang-orang kreatif yang bisa menghasilkan sesuatu yang menarik dari sampah plastik, yang dibutuhkan sekarang hanya niat dan kesadaran untuk melakukannya.

Permasalahan kantong kresek adalah permasalahan kebiasaan dan gaya hidup. Mengubah gaya hidup lebih mudah untuk dikatakan daripada dilakukan. Oleh kareanya diperlukan ikhtiar keras dari diri kita sendiri sebagai perwujudan manusia yang  mampu hidup selaras dengan alam.

Let’s kick the habit !

Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil dan mulai dari sekarang !

Iklan

2 responses to “Kantong Kresek

  1. lanjutkan! minimal mulai dari menolak kantong plastik kecil untuk pembelian barang2 kecil (kalo muat dimasukin tas/kantong)… 😀

  2. Yeah, kick the habit!
    BTW jat, kok gw liat anak baru mirip elu ya. Adek lo? mirip banget :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s