Diving Attitude

Sedang asyik mencari-cari objek menarik untuk difoto, seorang dive leader Tanjung Bara Diving Club (TBDC) berkebangsaan Australia itu melemparkan pandangan aneh yang tidak saya mengerti dan memberi signal untuk naik ke atas. Okay, Saya kira dia meminta saya untuk melakukan safety stop di kedalaman 5 m (saat itu saya berada dikedalaman sekitar 7 m). Saya ikuti saja maunya dia.

Tidak lama setelah surfacing,  Om Roy dan beberapa rekan  Badak Diving Club (BDC) ngajak foto di dekat marker sebagai kenang-kenangan sekaligus bukti bahwa kami pernah diving di Sangata. Kami pun kembali turun. Membentangkan banner BDC di dalam air bukan perkara yang mudah. Saya melihat dive leader yang memberi pandangan aneh itu dan Rahma salah satu anggota TBDC nampak kesulitan membentangkan banner. Ada yang sesuatu yang janggal, kenapa mereka repot-repot sampai harus terbalik-balik segala. Saya yang jadi juru foto enak saja hovering bertumpu pada ujung fin saya sambil motret. Ketika gantian saya yang dipotret, saya juga merasa janggal. Kenapa rekan-rekan BDC dan TBDC begitu kerepotan menjaga buoyancy, sementara saya asyik saja bertumpu pada ujung fin, bahkan sempat kneeling.

Baru ketika Saya sudah di Bontang pertanyaan itu terjawab saat ngobrol dengan teman BDC yang ikut diving di Sangatta. Saya bertanya kenapa dia tidak ikutan foto dengan banner BDC. Dia bilang tidak enak karena sulit menjaga buoyancy agar tidak kena karang. Saya langsung mulas. Saya ingat TBDC punya sepuluh golden rules yang ditunjukkan kepada seluruh diver sebelum diving. Salah satu rulesnya adalah dilarang menginjak/menyentuh karang.

Tidak cuma sekali, berkali-kali saya menyentuh dan menginjak karang saat diving bersama dengan TBDC. Pantas saja si bule australia itu melemparkan pandangan dan memberi gesturewhat the hell are you doing?” saat sedang asyik mencari objek foto. Juga pada saat foto bersama, pantas saja si bule bersusah payah sampai terbalik-balik segala. Ternyata dia setengah mati berusaha agar tidak menyentuh karang. Sementara saya dengan asyik bertumpu pada karang. Sungguh saya merasa amat bersalah.

Padahal saat open water course, saya termasuk yang paling hati-hati. Saya sebisa mungkin berusaha tidak mengganggu kehidupan laut dengan menyentuhnya. Okelah, kalau gangguin anemone fish (ikan nemo) sudah sering saya lakukan. Salah sendiri mereka rusuh kalau mau difoto, sampai matuk-matuk segala :D. Tapi berpengangan pada karang dan bertumpu pada karang merupakan hal yang tabu, kecuai pada keadaan darurat.

Sejak kapan saya menjadi sembrono begini? Barangkali semenjak diving di Crystal Bay Nusa Penida. Di sana arusnya lumayan kencang sehingga berkali-kali saya berpegangan pada karang untuk menghindari terbawa arus. Mungkin karena itulah saya jadi kehilangan sensitivitas, karena menganggap berpengangan dan bertumpu pada karang merupakan hal yang biasa.

Tidak terganggu saja, terumbu karang sudah terancam oleh aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab seperti membuang sampah sembarangan, melempar sauh sembrono, menangkap ikan dengan bom atau racun sianida dll. Sebagai seorang penikmat (jika tidak mau dibilang pencinta) alam bawah air, sudah selayaknya kita meminimalkan gangguan kita kepada dunia bawah air.

Diving di Sangata mengingatkan bahwa saya sudah terlalu sembrono. Colek sana sini, pegangan, terlalu dekat dengan terumbu karang, pressure gauge tidak dikaitkan, merupakan hal yang harus saya koreksi. Saya masih ingat pandangan aneh bule Australia itu, diantara pandangan kecewa dan pandangan menyesal telah mengajak saya. Well, Saya segera harus memperbaiki attitude saya di bawah air. Dimulai dari Bunaken-Lembeh 😀

Iklan

5 responses to “Diving Attitude

  1. sembrono bgt lu dan.. :))

  2. ya setidaknya gw tau kalo gw sembrono, enggak kaya lo git =))

  3. Yah … paling nggak udah ngaku gak pa-pa deh 😛

  4. Mas sigit… i saw you there… kebetulan beberapa the advanced TBDC diver yang ikut hanya aku, Nova, Bart, coops & Les

    jangan kapok diving ama TBDC ya,,,
    masih ada beberapa dive spot yang sangat indah di TBDC yang harus Mas Sigit Lihat..
    i am sure you’ll love it…

    tapi dengan satu syarat, Tolong Patuhi TBDC golden Rules… 🙂

    Salam,
    Rahmah

  5. GIt, you are busted dude ! :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s