Hobi

Memilih diving sebagai hobi adalah suatu kesalahan. Selain beresiko, olahraga ini mahal. Kalau sudah tercebur di dunia ini bersiaplah merogoh kantong anda dalam-dalam. Awalnya teman-teman yang meracuni anda akan bilang, “oh basic gear untuk diving gak mahal kok, cuma wetsuit, mask, snorkel dan fins. Nanti Buoyancy Compensator (BC) sama regulator pinjem aja sama club”.

Setelah sertifikasi open water dan mencoba berkali-kali diving di lokasi yang sama, muncul rasa penasaran bagaimana rasanya diving di lokasi terbaik di Indonesia. Sayangnya, dive trip sama sekali murah, seringkali bikin perut mulas. Tapi percaya deh, sekali tercebur anda pasti ketagihan. Bukan tidak mungkin  rencana jalan-jalan anda berubah jadi dive travel.

Tidak berhenti sampai disitu, bergabung dengan komunitas selam anda akan berkenalan dengan tipe-tipe diver, dari photographer sampai technical. Mau tidak mau anda akan tersedot ke dunia mereka. Yang paling berbahaya adalah underwater photography. berhati-hatilah kalau rekan-rekan anda merupakan underwater photographer. Mereka paling bisa bikin “kabita” atau kepingin bisa motret seperti mereka. Perlengkapan underwater photography tidak murah. Awalnya mungkin hanya housing dan dan camera. Lama-kelamaaan, melihat foto anda yang didominasi warna hijau dan biru serta melihat foto-foto rekan anda yang warnanya”keluar” anda mulai mempertimbangkan untuk beli strobe. Beberapa waktu kemudian, anda mulai cari-cari lensa tambahan untuk lebih mengeksplorasi.  Gadget tersebut lagi-lagi tidak murah, strobe contohnya, harganya bisa lebih mahal dari kamera itu sendiri.

Jika anda hobi menyelam dan tertarik dengan u/w photography, nah itu namanya mimpi buruk. Selain anda selalu mengidam-idamkan diving di tempat-tempat terbaik di Indonesia, anda juga memiliki keinginan untuk upgrade gadget. Tanpa anda sadari, tabungan anda mulai terkikis habis.

Untuk bujangan, yang paling kasihan adalah calon pasangan karena anda tidak bisa menawarkan apa-apalagi kepada dia selain peralatan fotografi dan foto-foto penyelaman anda. Bisa jadi anda lebih perhatian kepada gadget ketimbang pacar.  Kalau anda sudah berkeluarga, bersiap-siaplah diprotes istri karena pengeluaran terbesar keluarga adalah “mainan” dan perjalanan diving anda.

Saya sendiri mulai sadar kalau diving sudah terlalu banyak berkontribusi kepada buruknya neraca keuangan. Rencana jalan-jalan yang sudah lama dibuat gagal karena saya lebih memilih jalan-jalan ke lokasi-lokasi diving. Telepon genggam yang harus sudah diganti juga tidak diganti karena saya lebih memilih untuk beli beberapa gadget.

Menyesal? sepertinya sih perasaan sementara aja, soalnya sudah berkali-kali saya boros karena diving, berkali-kali pula hal itu diulangi kembali. Yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana cara menjaga balance tabungan saya agar tidak jelek-jelek amat atau dengan kata lain, mencari pemasukan tambahan 😀

Iklan

4 responses to “Hobi

  1. Berharap banyak lemburan hehe…………..

  2. dosen pembimbing thesis intan punya kalimat bijak seperti ini dan:
    “having fun by spending fund”. hahahaha… yang penting happy ^_*

  3. belum lagi ngiler liat alat-alat tetangga yang canggih canggih. 😀

  4. Hahahaha, buruan beli regulator sama BC bray :)) jangan lupa housing buat SLR lo itu :)) sama naikin level dong, masa jaman gini masih open water :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s