Tarian Jari yang Tidak Penting

Rasanya sudah lama saya tidak menulis di sini. Bukan hanya menulis, mengunjungi saja sudah jarang. Biasanya saya rajin mengunjungi blog untuk sekedar cek apakah ada komen masuk atau melihat statistik blog, namun belakangan ini saya agak malas bahkan untuk sekedar membuka.

Banyak sebetulnya yang ingin saya tuliskan disini.ย  Saya ingin sharing mengenai dive trip saya di Manado & Lembeh awal februari lalu, saya ingin berpendapat mengenai berbagai kekerasan atas nama agama yang terjadi di Indonesia, saya mau buat review tentang film yang saya tonton, saya ingin berbagi antusiasme mengenai kehidupan bawah laut yang mengagumkan. Cuma jari saya rasanya kok enggan menari diatas keyboard apalagi kepala ini juga malas untuk diminta menuruti kaidah berpikir logis. Blah.

Tuh kan, saya saja sampai tidak tahu mau menulis apa disini. Ya sudahlah mumpung lagi buka blog, kita biarkan saja jari ini menari-nari. Kemana ya?

Kalau begitu saya berkeluh kesah saja deh. Iya nih, akhir-akhir ini kok saya rasanya kurang semangat ya. Padahal saya sudah liburan seminggu penuh di lingkungan baru dan bertemu orang-orang baru. Cuma kok tidak membantu ya ๐Ÿ˜€ malahan setelah liburan saya malah lebih tertarik merencanakan liburan-liburan selanjutnya dibandingkan menyelesaikan pekerjaan.

Terus kayaknya penyakit menunda semakin menjadi-jadi. Gak cuma untuk hal yang serius, hal yang remeh temeh dan fun saja sering ditunda. Contoh, DVD King’s Speech yang sudah dibeli dari kemarin sampai hari ini belum ditonton juga dan saya prediksi tidak akan ditonton sampai minggu depan. Buku The Catcher in the Ryenya J.D Salinger sampai sekarang masih terbungkus plastik rapih padahal buku itu sudah saya beli Oktober tahun lalu saat liburan di Bali. Dahsyat kan :)) Belum lagi buku yang harusnya sudah selesai seperti The Book of Laughter and Forgetting cuma numpang tinggal di tas saja tanpa pernah dibuka. Padahal niatnya mau baca di kantor Mengagumkan kan ๐Ÿ˜€

Tapi walaupun begitu saya sedikit bangga sama diri sendiri karena sepertinya saya sudah tau apa yang benar-benar saya suka dan tanpa bermaksud pamer, I am good at it ๐Ÿ˜€ Untuk fun atau untuk kerja saya benar-benar suka melakukannya.ย  Nah, kalau dulu saya belingsatan nyari kegiatan yang bener-bener saya suka. Sekarang saya sudah dapat dan tinggal fokus mendalami.

Trus kemarin saya baru dikritik teman kantor, katanya saya orangnya terlalu fungsional jarang mikirin estetika. Kasihan istri dan anak saya nanti katanya. Penyebabnya hanya karena saya memakai seragam yang sama selama tiga hari (tidak berturut-turut). Ya ya,ย  saya tahu itu jorok, tapi c’mon, demi efisiensi penggunaan air kan tidak apa-apa. Lagian saya kan lagi jarang ke lapangan karena lagi banyak kerja di depan komputer, jadinya gak berkeringat (alasan) ๐Ÿ˜€ Tapi dia ada benarnya, saya kayaknya perlu memikirkan lebih dari hanya sekedar fungsi.

Hmm, apa lagi? segitu dulu kali ya. Nanti kalau mood nulis sudah rebound (kaya saham aja rebound) saya bisa banyak cerita deh. Dan nampaknya saya perlu merapihkan kategori di blog ini supaya bisa fokus arah interest saya dan gak melebar kemana-mana.

Cukuplah kayaknya jari ini menari hari ini, sekarang saya mau bobok ah ๐Ÿ˜€

Iklan

One response to “Tarian Jari yang Tidak Penting

  1. emang dasarnya males lu.. pake gak mood segala. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s