Sajak Seorang Tua untuk Istrinya

WS Rendra

kita tidaklah sendiri dan terasing dengan nasib kita
karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan
suka duka kita bukanlah istimewa
karena setiap orang mengalaminya

hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samudera
serta mencipta dan mengukir dunia

kita menyandang tugas, karena tugas adalah tugas
bukannya demi sorga atau neraka
tetapi demi kehormatan seorang manusia
kerna sesungguhnya kita bukan debu
meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu
kita adalah kepribadian
dan harga kita, adalah kehormatan kita

tolehlah lagi ke belakang
ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapuskannya
lihatlah betapa tahun tahun kita penuh warna
sembilan puluh tahun yang dibelai nafas kita
sembilan puluh tahun yang selalu bangkit
melewatkan tahun tahun lama yang porak poranda

dan kenangkanlah pula
bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa
menghadapi langit dan bumi
dan juga nasib kita
kita tersenyum bukanlah karena bersandiwara
bukan karena senyuman adalah satu kedok
tetapi karena senyuman adalah satu sikap
sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama, nasib dan kehidupan

lihatlah . . .
sembilan puluh tahun penuh warna
kenangkanlah bahwa kita telah selalu menolak menjadi koma
kita menjadi goyah dan bongkok karena usia nampaknya lebih kuat dari kita
tapi bukan karena kita telah terkalahkan

aku tulis sajak ini untuk menghibur hatimu
sementara kamu kenang encokmu
kenangkanlah pula bahwa kita ditantang seratus dewa . .

***

Membuka-buka dokumen lama saat kuliah ternyata mengasyikan juga. Salah satunya adalah sajak ini. Tidak ada maksud apa-apa, cuma ingin sharing 🙂

Iklan

5 responses to “Sajak Seorang Tua untuk Istrinya

  1. ga ngerti aku dan :))

  2. WS Rendra si burung merak. (Bener khan??wkwkwk)

  3. wildanjohardi

    That’s make two of us :))

    yang aku tangkep sih die pengen ngomong gini. Bukan cuman elu yang susah coy, semua orang juga susah, kenapa lu terus-terusan ngeluh sih :))

    yah cuma karena dia sastrawan jadi keliatan keren aja 😀

  4. sejak kapan lo suka puisi??

  5. wildanjohardi

    weitss. Dari jaman kuliah gw uda ambil mata kuliah apresiasi sastra :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s