Anders Behring Breivik

Anders Behring Breivik

Di usianya yang ke-32 Anders Behring Breivik berdiri di bawah sorot lampu panggung dunia. Dia membuat tindakan yang mencengangkan, membantai 76 anak muda  di Norwegia dengan menyamar sebagai polisi setelah sebelumnya membom sebuah gedung pemerintah yang menewaskan delapan orang.

Mungkin kalau ini terjadi di Afghanistan tempat nyawa manusia seperti tidak berharga dan pembantaian terlalu sering terjadi, orang-orang tidak akan terkejut. Namun pembantaian ini terjadi di Norwegia, negara yang memiliki reputasi sebagai juru runding damai dan merupakan rumah pemberi hadiah nobel perdamaian.

Breivik membenci imigran, terutama imigran muslim. Baginya, imigran muslim berpotensi merusak tatanan kultur eropa yang ada dan suatu saat dikhawatirkan akan mengambil alih eropa. Dia menganggap satu-satunya jalan keluar untuk itu adalah “memperingatkan” partai yang berkuasa di Norwegia sekarang – Partai Buruh- yang terlalu moderat terhadap imigran muslim dengan bom dan pembantaian.

Breivik hidup dalam paranoia yang dibuatnya sendiri. Dia aktif di forum-forum internet dalam mengusung pandangan islamofobia.  Dalam manifesto yang dibuatnya sebelum melakukan hal keji tersebut dia mengaku telah merencanakan pembantaian ini sejak sembilan tahun lalu. Terakhir dia menyewa rumah petani di daerah terpencil agar bisa terisolasi dalam merencanakan tindakannya. Brevik menjauhi keluarga dan rekan-rekannya untuk mengurangi kecurigaan. Dia hidup di dunianya sendiri.

Mirip dengan semua aliran fundamentalisme. Dia menganggap dirinya dan ideologinya yang paling luhur, murni dan paling mulia. Dia tidak setuju dengan pandangan marxisme yang menyatakan bahwa semua orang adalah sama, equal. Baginya multikulturalisme adalah nonsens. Bagaimana setiap orang dengan pikirannya masing-masing, pendapatnya masing-masing dianggap sama. Menurutnya Islam mendompleng semangat multikulturalisme untuk menutupi niat sesungguhnya menguasai dunia sembari memberikan data pembantaian terhadap umat kristen yang telah dilakukan umat muslim sejak abad ke tujuh. Dia mengaku adalah bagian Ksatria Templar, suatu pasukan elit untuk menghalangi infiltrasi Islam secara sistematis ke kebudayaan barat.

Buah pikirannya mirip dengan fundamentalis Islam yang senang mereduksi permasalahan dengan menganggap Amerika dan Israel adalah biang keladi keterpurukan Islam. Amerika dan Israel dikabarkan memiliki rencana besar untuk mencegah kemajuan umat islam karena mereka yakin Islam akan maju pesat. Untuk itu mereka (red: fundamentalis) menyerukan gerakan jihad untuk melawan hegemoni AS dan Israel.

Radikalisme ternyata tidak dimonopoli kelompok dan agama tertentu. Bahkan di negara mapan yang penduduknya menghargai hak asasi manusia pun radikalisme bisa terjadi. Selama ini, label radikal dan teroris melekat pada umat muslim, seoalah-olah hanya muslim saja yang melakukan tindakan kekerasan atas nama agama.

Di era demokrasi ini setiap orang dijamin haknya untuk  berpendapat, berdebat, percaya, tidak percaya, berideologi, tidak punya ideologi. Proses itu harus dilakukan atas dasar saling menghargai. Kebanggaan berlebihan atas ras, suku dan agama tertentu harus dihindari. Kebencian dan stereotyping atas suatu kelompok harus disingkirkan jauh-jauh dalam proses bermasyarakat. Nilai-nilai keberagaman harus dihargai karena itulah yang sebenarnya yang membuat kehidupan manusia lebih berwarna. Tuhan telah menciptakan bangsa-bangsa di dunia dengan kekhasannya masing-masing. Tidak pantas manusia berseteru karena perbedaan yang telah diberikan Tuhan.

Andres Behring Breivik menebarkan kebencian mendalam kepada imigran muslim di eropa. Hal terbaik untuk menghukum Brevik sekaligus menghargai korban-korban yang terbunuh adalah memastikan dunia tidak menjadi yang Brevik cita-citakan. Menjadi xenophobia.

May peace prevail on earth

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s