Monthly Archives: Oktober 2011

Home

This one I just can’t get it out of my head. A kinda song which can make my day, like you. Yes you πŸ™‚

home is whenever I am with you πŸ™‚

Iklan

Out of Time

And you have been so busy lately that you haven’t found the time to open up your mind

and watch the world spinning gently out of time

tell me i am not dreaming

but we are out of time.

Lazy Sunday

Hari minggu yang santai ini saya leyeh-leyeh di depan televisi tanpa berniat nonton, hanya ganti-ganti saluran sesuka hati saya. Karena tidak ada yang menarik saya membiarkan diri saya mengikuti cerita film di HBO, Raising Waylon. Saya juga gak terlalu dong sama jalan ceritanya dan saya malas untuk cari-cari di google untuk menjelaskan ceritanya. Jadi saya ceritakan saja apa yang saya tangkap.

Ceritanya, seorang anak bernama Waylon ini diasuh oleh pemilik bar bernama Reg dan temannya yang bernama Julia. Entah apa yang terjadi dengan orang tua kandung Waylon, yang jelas Reg dan Julia bukan orang tua kandungnya. Dari situ saja sudah ketebak, walaupun Reg dan Julia hanyalah teman, dengan adanya Waylon pastilah pada akhirnya Reg dan Julia akhirnya bersama. Klise. Saya mematikan TV dan beralih ke Buku.

Adegan menarik di film itu adalah ketika Reg dan Julia terpaksa mengorbankan kepentingan pribadi mereka untuk merawat Waylon. Reg yang jam kerjanya seperti kalong tetap harus menemani Waylon pergi ke museum pada pagi harinya. Julia juga berkali-kali harus menunda jadwal pacarannya karena Waylon. That makes me think. Saya yakin begitu banyak pengorbanan yang dikeluarkan orang tua, begitu banyak mimpi-mimpi yang harus dikubur, danΒ  banyak waktu bersenang-senang harus dikurangi untuk membesarkan kami.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika dulu Ayah dan Ibu menelantarkan kami bertiga. Mungkin sekarang saya lagi berada di penjara karena mencuri ayam tentangga atau bisa jadi pada saat ini saya lagi sekarat karena overdosis narkoba. Beruntunglah saya memiliki kedua orang tua yang bertanggung jawab mendidik dan membesarkan kami. Terima kasih Ayah, Ibu.Β  You are the best πŸ™‚

Nah kembali ke Saya. Saya sudah dua puluh tujuh tapi belum punya rencana apa-apa. Hebat ! Memang sudah saatnya saya lebih serius. Jangan kebanyakan mikirin trip terus. Diving terus.

Kapan ya?

Gak tau πŸ˜€

Yang pasti, kalau saya sudah memutuskan serius, saya akan betul-betul settle down. Saya akan membangun keluarga saya seperti kedua orang tua saya mencontohkan. Saya akan membesarkan anak-anak saya dengan bertanggung jawab seperti kedua orang tua saya membesarkan saya.

Kapan ya?

Gak tau πŸ˜€

Payah.