Kearifan Lokal

Di suatu sore yang sejuk tadi ketika saya sedang survey bersama tim proyek Kaltim 5, iseng-iseng saya mengamati rerumputan yang tumbuh pada lahan bekas urugan pasir laut tersebut. Saya melihat ada rumput liar yang berbunga merah. Tanpa pikir panjang saya cabut rumput itu.

Salah satu tim proyek menegur saya dan menceritakan tentang kisah orang tuanya yang kecelakaan karena mencabut bunga sembarangan. Dia cerita kalau bunga satu-satunya jangan sekali-sekali dicabut karena bisa jadi bunga itu ada tulahnya.

Takhayul atau bahasa kerennya kearifan lokal.

Ada beberapa pandangan mengenai kearifan lokal ini.  Pertama adalah orang modern yang skeptis dan sinis karena di zaman edan sekarang ini rasanya aneh kalau ada orang yang masih percaya terhadap hal-hal macam itu. Apa hubungannya bunga dengan kecelakaan?

Kedua adalah orang-orang yang hobinya bermain di wilayah klenik. Orang-orang ini gemar menghubung-hubungkan suatu gejala dengan hal klenik. Contohnya ketika ada kesulitan menancapkan piling sebagai pondasi suatu struktur langsung dihubungkan dengan adanya kekuatan ghaib yang menghambat. Oleh karenanya solusinya adalah menemui “orang pintar” dan mencari tahu apa keinginan makhluk ghaib yang menghambat tadi.

Ketiga adalah orang yang menghormati takhayul namun tetap bersikap kritis. Kerangka berpikir moderinsme memang telah membebaskan kita dari takhayul dan ketakutan-ketakutan yang menghambat kemajuan. Namun, sehebat apapun modernisme telah membawa kita, itu tetaplah alat. Saya suka dengan pernyataan Ayu Utami dalam novel Bilangan Fu. Modernisme memiliki jalan yang lurus tapi tidak tujuan yang lurus. Takhayul memiliki tujuan yang lurus tapi tidak jalan yang lurus.

Modernisme sesungguhnya telah membawa kita ke dunia yang seperti sekarang.  Sayangnya, karena hanya alat untuk mencapai tujuan, kesadaran modern sangat bergantung pada “man behind the gun”. Takhayul dan ketakutan di masa kegelapan yang telah disingkirkan dengan cepat digantikan oleh takhayul dan ketakutan model baru. Kalau dulu gereja ditakuti karena sangat berkuasa sampai bisa membakar orang hidup-hidup. Di masa kini, kita smua takut kalau berurusan dengan institusi hukum seperti kejaksaan, kepolisian dan kehakiman.

Nah kembali ke kisah bunga yang tercerabut tadi. Saya menganggap bangsa saya, bangsa Indonesia sangat charmingSepertinya kita punya sejuta kreativitas untuk melindungi kekayaan alam. Cerita tentang Jin yang tinggal di pohon-pohon besar, mata air yang dijaga siluman, atau roh-roh yang bersemayam di hutan keramat merupakan kisah yang menarik yang mengajari kita untuk melindungi alam dan mencegah kita bertindak sewenang-wenang.

Memang kalau kita melihatnya dari kacamata modern, apa hubungannya bunga yang tercabut dengan ancaman kecelakaan atau nasib sial. Tapi hey! bagaimana bisa kita memaksakan kerangka modern kepada sesuatu yang metaforis. Sama seperti bagaimana kita mencoba membuktikan adanya Tuhan dengan matematika. Bukankah pemaksaan kerangka berpikir akan menjadikan kita fasis modern?

Setelah mendengar cerita kecelakaan tersebut saya langsung berpaling kepada salah satu kontraktor proyek Kaltim 5 yang bertanggung jawab terhadap atas penyiapan lahan. Saya bilang kepadanya kalau mencabut satu bunga saja bisa bernasib buruk seperti itu saya tidak bisa membayangkan nasib dia yang akan mengurug seluruh lahan ini dan membunuh tumbuhan yang sudah ada.

Kami semuapun tertawa.

Iklan

2 responses to “Kearifan Lokal

  1. I’m not that much of a internet reader to be honest but
    your sites really nice, keep it up! I’ll go ahead and bookmark your site to come back in the future. Many thanks

  2. Many thanks Senior, I really appreciate it

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s