Sandy

Akhir Oktober lalu, angin berkekuatan 155 km / jam disertai ombak setinggi empat meter menyerang New York dan tetangganya New Jersey. Sandy namanya.  Tahun 2005, badai juga menyerang New Orleans dengan kekuatan angin mencapai 280 km/jam dengan tinggi ombak 8.2 m. Katrina namanya.  Ia merenggut 1322 nyawa dan menyebabkan kerugian mencapai US$ 81 milyar dolar.

Speaking of names. ternyata penamaan ini tidak begitu saja dibuat. Setiap tahunnya National Hurricane Center merilis nama-nama. Nama badai tropis yang muncul di awal tahun dimulai dari “A” kemudian yang kedua dimulai dengan “B” dan seterusnya alfabetis (Q, U, X, Y, Z tidak digunakan). Dan lagi, pada tahun genap, nama laki-laki diberikan pada badai ganjil dan pada tahun ganjil nama perempuan diberikan untuk badai ganjil.

Kawasan Amerika Serikat dan Karibia memang rentan badai karena diapit oleh Samudera Atlantik dan Pasifik yang hangat dan mensuplai uap air yang menjadi bahan bakar badai. Hurikan merupakan istilah yang diberikan untuk badai yang memiliki “mata” ditengahnya. Hurikan terbentuk akibat udara bertekanan rendah yang muncul karena suhu lautan yang lebih panas dari suhu udara. Kondensasi uap air di atmosfer akan melepaskan panas yang menjadi bahan bakar hurikan.

Hurikan Sandy lahir di sekitar kepulauan Karibia dan menyerang negara sekitarnya. Sempat melemah saat menuju ke Amerika namun menguat kembali ketika bertemu Badai awal musim dingin yang bertiup dari Kanada yang membuat ukurannya menjadi lebih besar dari badai tropis umumnya. Hal inilah yang membuat Sandy jadi menarik. Belum pernah terjadi ada perpaduan dua badai yang seperti Sandy. Badai dari utara juga yang menyebabkan Sandy tidak kehilangan kekuatannya di darat.

New York lumpuh, listik dimatikan oleh otoritas, subway New York yang merupakan salah satu sistem transportasi terbesar dan tercanggih di dunia terendam air. Puluhan ribu warga New York terpaksa mengungsi dan memerlukan tempat tinggal apalagi musim dingin akan segera tiba. Selama listrik belum menyala, diperkirakan banyak warga New York yang terancam kedinginan. Walikota New York, Michael Bloomberg meminta penduduk yang rumahnya belum teraliri listrik agar meninggalkan rumahnya dan menempati shelter yang telah disiapkan Pemerintah. Menurut lembaga penaksir risiko bencana, Eqecat Inc, badai Sandy mengakibatkan kerugian sekitar $50 miliar.

Hurikan Sandy memang muncul agak telat. “Peak season” hurikan di Amerika terjadi sekitar bulan Agustus dan September. Sementara Sandy muncul pada akhir Oktober. Belakangan ini memang banyak terjadi hal-hal di luar “normal” seperti banjir yang tidak disangka-sangka, musim panas yang tidak kunjungi dibasahi hujan, dan permukaan air laut yang terus naik. Al Gore menyebut hal ini sebagai the new normal.

Menurut Kevin Tranberth, peneliti dari Australia, suhu permukaan laut sepanjang samudera atlantik berada 3C diatas normal. Setiap kenaikan satu derajat C, kadar air di atmosfer naik 7% dan kadar air ini menjadi bahan bakar hurikan, meningkatkan intensitas dan meperbesar curah hujan.

Seperti yang kita tahu, pada konferensi perubahan Iklim di Copenhagen tahun 2009, Amerika dan Cina, penyumbang terbesar gas rumah kaca menolak berkomitmen mengurangi emisi gas buangnya. Sudah saatnya Amerika merubah pandangan politiknya terhadap perubahan Iklim global. Apalagi setelah Sandy menghajar New York yang merupakan Kota produktif dan mesin uang Amerika Serikat. Kerugian akibat perubahan iklim sudah sangat terasa dan di masa depan akan ada hurikan-hurikan lain yang menerjang Amerika.

Memang dengan kecanggihan peramalan hurikan saat ini dapat menciptakan early warning system sehingga mengurangi timbulnya korban. Lagian, bencana ini terjadi di New York yang cukup adaptif menghadapi bencana karena mesin uangnya yang bekerja kencang. Saya tidak bisa membayangkan apabila hal ini terjadi di negara lain yang tidak memiliki akses serta sumberdaya seperti New York. Pasti dampaknya akan jauh lebih dahsyat dan korban yang timbul juga semakin banyak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s