Budaya Tertib di Jepang

Menurut saya negara yang paling tertib dan penduduknya paling disiplin adalah Jepang. Di Jepang, antri dan tertib adalah hal yang sudah membudaya. Saya punya pengalaman ketika traveling di Hokkaido, Jepang. Saat itu suhu di bawah nol derajat. Kereta delay karena badai salju sehingga antrian menunggu kereta lumayan panjang. Di kondisi seperti itu, semua orang pasti ingin cepat-cepat mencapai tujuan. Hebatnya, ketika kereta datang, semua orang tetap tertib mengikuti barisannya masing-masing masuk kereta tanpa ada orang-orang yang bikin barisan baru disamping pintu kereta.

Di Jepang anda akan merasakan keteraturan dan ketertiban. Jadwal bus dan kereta yang tepat waktu.  Pada jam sibuk, ratusan ribu orang bisa memadati stasiun kereta. Di stasiun Shibuya, Tokyo, saya merasa insignifikan ketika melihat sebegitu banyak orang dalam satu tempat dan satu waktu. Saya yang sedang minum air mineral di suatu kiosk terperangah melihat barisan orang berjalan ke segala penjuru tidak habis-habis. Kereta di Jepang tiba setiap tiga sampai lima menit sekali dan tepat waktu. Justru karena itu kita harus sigap mendengarkan dan membaca tulisan kereta yang kita tuju. Nah sistem ini ditopang oleh warganya yang disiplin dan antri. Tidak pernah saya melihat ada orang yang menyerobot antrian.

Di pusat perbelanjaan di Jepang, naik eskalator saja ada aturannya dan di tiap-tiap kota berbeda. Di Tokyo, Sapporo dan Kyoto jalur sebelah kiri untuk yang diam sementara jalur sebelah kanan untuk yang berjalan. Di Osaka berlaku sebaliknya, jalur sebelah kanan untuk yang diam sementara jalur sebelah kiri untuk berjalan. Jarang di Jepang kita temui pasangan muda mudi yang merebut jalur kiri dan kanan supaya bisa gandengan seperti layaknya kita temui di Indonesia.

Saya juga merasakan ketika antri Bus di Jepang tidak ada orang yang berupaya menyerobot antrian, manula sekalipun. Ketika saya sedang menunggu bus di Bus Stop di depan saya ada keluarga dari Philippines. Anak-anaknya & Ibunya duduk di tempat duduk samping bus stop,  sementara ayahnya duduk di emperan restoran Yakinku. Saya yang baru datang berdiri di belakang si Ayah yang menunggu di emperan tersebut. Tempat duduk si Ayah kurang lebih tiga langkah dari antrian bus. Asyik ngobrol-ngobrol, tidak sengaja saya melihat ke belakang. Ternyata di belakang saya sudah ada sepasang manula dan sudah banyak orang-orang yang antri. Yang saya kagum, walaupun saya berdiri tidak pada tempat antrian yang seharusnya, orang-orang jepang tetap berbaris di belakang saya. Saya membayangkan jika saya sedang berada di terminal Bungur Asih pasti langsung diserobot.

Di Jepang saya juga sempat ngobrol-ngobrol dengan beberapa mahasiswa dan ekspatriat asal Indonesia yang bekerja di sana. Ketertiban dan keteraturan di Jepang memang membuat kota di Jepang menjadi nyaman dan enak untuk ditinggali. Ada salah satu ekspatriat asal Indonesia sudah sepuluh tahun lebih tinggal di Jepang, sejak lulus SMA, lulus kuliah sampai bekerja sangat ingin sekali pulang di Indonesia. Lucu, karena saya saja kalau bisa ingin bekerja di sana. Bukankah lebih enak tinggal di kota yang bersih, teratur, dan disiplin? Tapi dia punya pertimbangannya sendiri. Nah kami yang sedang berkumpul berkelakar memberikan dia tips-tips untuk hidup di Indonesia. Di Indonesia yang paling penting adalah teknik menyebrang jalan dan menyerobot antrian. Jika kedua skill itu bisa dikuasai maka dia bisa survive di Indonesia.

Panggilan untuk Boarding menuju pesawat Lion Air dari Jakarta menuju Balikpapan diserukan, sayapun berdiri dari tempat duduk dan mengikuti antrian untuk masuk ke pesawat. Pintu yang dibuka cuma satu karena petugas pemerika terakhir sebelum masuk ke pesawat memang cuma sendirian sementara jumlah penumpang sekitar  200 orang. Karena tingkat kreativitas  yang tinggi, alih-alih mengikuti barisan yang sudah terbentuk dengan rapih beberapa orang membuat barisan baru di sisi kiri dan sisi kanan pintu masuk supaya lebih cepat masuk. Yang paling fenomenal, dari belakang tiba-tiba seorang bapak melewati barisan saya dan tanpa rasa bersalah nyempil kayak upil di barisan depan.

Ya, this is Indonesia. I am home baby!

Iklan

One response to “Budaya Tertib di Jepang

  1. Indonesia… dengan sejuta rasa ketidak-sabarannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s