Monthly Archives: November 2013

Kabar Dari Laut

Ah Chairil !

Kabar Dari Laut

Aku memang benar tolol ketika itu,
mau pula membikin hubungan dengan kau;
lupa kelasi tiba-tiba bisa sendiri di laut pilu,
berujuk kembali dengan tujuan biru.

Di tubuhku ada luka sekarang,
bertambah lebar juga, mengeluarkan darah,
di bekas dulu kau cium napsu dan garang;
lagi aku pun sangat lemah serta menyerah.

Hidup berlangsung antara buritan dan kemudi.
Pembatasan cuma tambah menyatukan kenang.
Dan tawa gila pada whisky tercermin tenang.

Dan kau? Apakah kerjamu sembahyang dan memuji.
Atau di antara mereka juga terdampar,
Burung mati pagi hari di sisi sangkar.

Chairil Anwar, 1946

Iklan

Don’t Follow Your Passion

Masih ingat commencement speech Steve Jobs di Stanford yang fenomenal itu? Kalau anda masih ingat, frasa stay hungry and stay foolish yang dilontarkan Jobs pada penutup speechnya adalah inspirasi utama Gen Y, termasuk saya.

Dalam speech itu, Jobs berpesan untuk bekerja sesuai dengan passion,  Katanya, potensi kita dapat keluar dengan maksimal kalau kita mengerjakan sesuatu yang kita sukai. Alhasil, audiens Jobs, yang mayoritas Gen Y adalah generasi yang dibuai mimpi menemukan pekerjaan yang mereka cintai dan tentu karir yang spektakuler

Tidak ada yang salah dengan mimpi mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion dan karir yang spektakuler. Asik banget bila kita dibayar mengerjakan sesuatu yang kita suka, lihat saja Steve Jobs, sudah passion dapet, karirnya juga luar biasa. Tapi tidak banyak yang tahu, bahwa hidup Jobs tidak sesederhana itu dan Jobs juga bukan sosok yang simpatik.

Disitulah letak permasalahannya. Tidak banyak orang yang bakat dan passion dalam satu rel, dan saya rasa tidak banyak juga orang yang tau apa passionnya, contohnya saya. Sampai saat ini saya masih saja bertanya-tanya, apa passion saya

Saya jadi ingat film Megamind. Film animasi bikinan Dreamworks ini cukup menohok generasi Y. Dikisahkan Metro Man, pahlawan super dan Megamind, penjahat super terus menerus berseteru. Metro Man selalu berhasil membekuk Megamind, si penjahat super sehingga Metro Man dilanda kebosanan dan merasa tidak bahagia. Akhirnya pada satu pertarungan dengan Megamind yang melibatkan penculikan Roxanne, si wartawati cantik, Metro Man membuat skenario seolah-olah Megamind berhasil membunuhnya. Megamind, akhirnya berhasil menguasai  Metro City dan kejahatan merajalela.

Ternyata Metro Man tidak mati, dia bersembunyi di Istananya sambil mengejar passionnya, yaitu bermain musik. Metro Man, menurut saya adalah orang yang egois dan delusional. Dia memilih mengejar passionnya di saat  Metro City membutuhkannya hanya karena dia bosan dan tidak bahagia. Padahal, seperti kita tahu, dia sama sekali tidak berbakat bermusik.

Bila saya boleh menganalogikan, Gen Y adalah Metro Man, egois dan delusional. Bila bosan dan menemui masalah dalam pekerjaan, dia berdalih bahwa itu bukan passionnya dan segera berhenti bekerja. Padahal, ada pihak lain yang membutuhkan jasanya.

Gen Y dibesarkan dengan jargon-jargon seperti “you are special” dan “Follow your passion” Alhasil generasi ini egois dan lagi-lagi delusional, termasuk saya. Gen Y memiliki ekspektasi tinggi terhadap pekerjaannya. Karena merasa diri spesial, ia merasa dunia harus memperlakukannya dengan istimewa, sehingga ia amat manja dan menyebalkan. Gen Y juga mudah terintimidasi oleh rekan-rekannya yang lebih sukses, terima kasih kepada media sosial.

Saya akan angkat topi bagi rekan-rekan yang punya passion  sejalan dengan bakat. Namun untuk rekan yang belum menemukan passion, atau jika bakat dan passion tidak sejalan, saran saya tetaplah melakukan yang terbaik di tempat kerja, just believe that it will work out in time.  Dan rekans, ternyata ada yang lebih membahagiakan dari mengejar passion, yaitu ketika anda berguna bagi orang lain.

Ketinggalan Pesawat Do’s dan Don’ts

Ketinggalan pesawat adalah hal yang menyebalkan. Perasaan panik karena khawatir tidak bisa mendapatkan penerbangan selanjutnya, khawatir karena uang di dompet sudah menipis dan harus berjam-jam terkatung-katung di bandara. Saya tidak mengharapkan hal ini terjadi dengan anda, tapi mungkin suatu saat anda akan mengalami ini dan saya harap informasi yang saya berikan bisa membantu.

Saya pernah dua kali ketinggalan pesawat, pertama dengan maskapai Air Asia ketika saya mengambil penerbangan paling pagi ke Singapura. Dengan pedenya saya berangkat satu jam sebelum take off dan melupakan proses check-in dan imigrasi yang lelet. Saya tiba di bandara 15 menit sebelum take off. Saya tidak diperkenankan check-in dan disuruh ke counter orang yang terlambat. Di sana saya berusaha bersikap setenang mungkin dan meminta dimasukkan ke penerbangan selanjutnya. Saya berhasil mendapatkan penerbangan selanjutnya tapi kena charge Rp 300,000 yang merupakan 50% harga tiket asli saya, saya juga kehilangan nasi lemak yang saya sudah pesan sebelumnya.

Minggu lalu saya terlambat lagi, dan lagi-lagi pada penerbangan pertama pula ke Balikpapan, tapi kali ini saya pakai Garuda. Saya berangkat dari rumah satu jam 15 sebelum pesawat take off. Saya optimis karena perjalanan ke rumah dari bandara hanya 30 menit dengan sopir taksi yang piawai. Tapi saat itu saya dapat sopir taksi yang bodoh. Dia mengambil jadwal yang padat, kena macet padahal di radio sudah ada peringatan kecelakaan, dan mengemudi dengan ragu-ragu. Akhirnya saya tiba di bandara 10 menit sebelum pesawat take off.

Tau terlambat saya tidak memaksakan diri masuk ke general check in atau check in tanpa bagasi. Saya langsung melapor ke commercial yang terletak di dekat seberang check in tanpa bagasi. Saya bilang saya terlambat dan meminta dimasukkan penerbangan selanjutnya. Saya menunggu sekitar setengah jam dengan perasaan resah dan khawatir karena saya mengejar pesawat lanjutan ke Bontang. Beruntung sekali saya dipanggil dan dapat seat terakhir pada penerbangan selanjutnya tanpa bayaran apapun!

Saya akan merangkum pengalaman saya dua kali ketinggalan pesawat dalam do’s and don’ts berikut

Do’s

  1. Ajaklah berbicara orang-orang yang juga terlambat agar anda lebih tenang. Punya teman senasib membuat anda lebih tenang
  2. Cari tau tentang mekanisme keterlambatan ke counter terdekat.
  3. Bawalah uang tunai, debit, atau kartu kredit.
  4. Bersikaplah baik terhadap penjaga counter karena dia yang menentukan nasib anda .
  5. Bersiap-siaplah untuk kemungkinan terburuk.

Don’ts

  1. Panik dan nyalahin keadaan. Saya melihat seorang ibu panik dan teriak-teriak sambil menyalahkan sana sini kepada petugas counter. Dia tidak sadar bahwa dia yang salah karena terlambat. Petugas tidak  meladeni orangtersebut malah meledeknya dan memintanya naik kapal laut saja.
  2. Memaksakan diri check in padahal anda terlambat. Ini buang-buang waktu dan membuat anda makin kesal.
  3. Berusaha menyogok. Saya tidak tahu apakah ada maskapai yang bisa disogok. Tapi upaya menyogok akan merusak sistem dan membuat anda dibenci para penumpang lain.
  4. Terburu-buru membeli tiket baru. Jangan lakukan ini sebelum anda pasti tidak mendapat tiket cadangan.

Saya selalu berpikir orang-orang yang ketinggalan pesawat dalah orang yang optimis. Dia optimis skenarionya akan berjalan lancar dan perkiraan waktu sesuai dengan recana. Saya sudah dua kali ketinggalan pesawat artinya, saya dapat menganggap diri saya optimis banget 🙂 🙂