Ketinggalan Pesawat Do’s dan Don’ts

Ketinggalan pesawat adalah hal yang menyebalkan. Perasaan panik karena khawatir tidak bisa mendapatkan penerbangan selanjutnya, khawatir karena uang di dompet sudah menipis dan harus berjam-jam terkatung-katung di bandara. Saya tidak mengharapkan hal ini terjadi dengan anda, tapi mungkin suatu saat anda akan mengalami ini dan saya harap informasi yang saya berikan bisa membantu.

Saya pernah dua kali ketinggalan pesawat, pertama dengan maskapai Air Asia ketika saya mengambil penerbangan paling pagi ke Singapura. Dengan pedenya saya berangkat satu jam sebelum take off dan melupakan proses check-in dan imigrasi yang lelet. Saya tiba di bandara 15 menit sebelum take off. Saya tidak diperkenankan check-in dan disuruh ke counter orang yang terlambat. Di sana saya berusaha bersikap setenang mungkin dan meminta dimasukkan ke penerbangan selanjutnya. Saya berhasil mendapatkan penerbangan selanjutnya tapi kena charge Rp 300,000 yang merupakan 50% harga tiket asli saya, saya juga kehilangan nasi lemak yang saya sudah pesan sebelumnya.

Minggu lalu saya terlambat lagi, dan lagi-lagi pada penerbangan pertama pula ke Balikpapan, tapi kali ini saya pakai Garuda. Saya berangkat dari rumah satu jam 15 sebelum pesawat take off. Saya optimis karena perjalanan ke rumah dari bandara hanya 30 menit dengan sopir taksi yang piawai. Tapi saat itu saya dapat sopir taksi yang bodoh. Dia mengambil jadwal yang padat, kena macet padahal di radio sudah ada peringatan kecelakaan, dan mengemudi dengan ragu-ragu. Akhirnya saya tiba di bandara 10 menit sebelum pesawat take off.

Tau terlambat saya tidak memaksakan diri masuk ke general check in atau check in tanpa bagasi. Saya langsung melapor ke commercial yang terletak di dekat seberang check in tanpa bagasi. Saya bilang saya terlambat dan meminta dimasukkan penerbangan selanjutnya. Saya menunggu sekitar setengah jam dengan perasaan resah dan khawatir karena saya mengejar pesawat lanjutan ke Bontang. Beruntung sekali saya dipanggil dan dapat seat terakhir pada penerbangan selanjutnya tanpa bayaran apapun!

Saya akan merangkum pengalaman saya dua kali ketinggalan pesawat dalam do’s and don’ts berikut

Do’s

  1. Ajaklah berbicara orang-orang yang juga terlambat agar anda lebih tenang. Punya teman senasib membuat anda lebih tenang
  2. Cari tau tentang mekanisme keterlambatan ke counter terdekat.
  3. Bawalah uang tunai, debit, atau kartu kredit.
  4. Bersikaplah baik terhadap penjaga counter karena dia yang menentukan nasib anda .
  5. Bersiap-siaplah untuk kemungkinan terburuk.

Don’ts

  1. Panik dan nyalahin keadaan. Saya melihat seorang ibu panik dan teriak-teriak sambil menyalahkan sana sini kepada petugas counter. Dia tidak sadar bahwa dia yang salah karena terlambat. Petugas tidak  meladeni orangtersebut malah meledeknya dan memintanya naik kapal laut saja.
  2. Memaksakan diri check in padahal anda terlambat. Ini buang-buang waktu dan membuat anda makin kesal.
  3. Berusaha menyogok. Saya tidak tahu apakah ada maskapai yang bisa disogok. Tapi upaya menyogok akan merusak sistem dan membuat anda dibenci para penumpang lain.
  4. Terburu-buru membeli tiket baru. Jangan lakukan ini sebelum anda pasti tidak mendapat tiket cadangan.

Saya selalu berpikir orang-orang yang ketinggalan pesawat dalah orang yang optimis. Dia optimis skenarionya akan berjalan lancar dan perkiraan waktu sesuai dengan recana. Saya sudah dua kali ketinggalan pesawat artinya, saya dapat menganggap diri saya optimis banget 🙂 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s