Tips Diving Raja Ampat

Trip ke Raja Ampat mahal banget, kalau anda tidak benar-benar suka diving, anda akan berpikir ratusan kali sebelum pergi ke Raja Ampat. Saya memang suka sekali diving, walaupun tidak segitunya. Segitunya artinya mau menyerahkan hidup saya untuk diving. Contohnya seperti instruktur saya di Manado, Reynaldo Coral, sebelumnya dia adalah engineer IBM yang bekerja di Singapore. Entah apa yang ada di pikirannya tiba-tiba saja dia resign, menjadi instruktur diving dan menjadi resort manager di Manado yang saya kira pendapatannya tidak ada setengah dari pendapatannya di IBM.

Tidak hanya biaya yang harus disiapkan, anda juga harus nyaman diving dengan arus, seperti kalimat terkenal di Raja Ampat “No current no life“.  Pertunjukan spektakuler di Raja Ampat justru ketika arus kencang. Schooling runners yang tiba-tiba bubar karena dikejar tuna, manta yang dengan anggun berenang seperti terbang, dan patroli hiu disekitar terumbu karang, itu semua bisa dilihat apabila ada arus. Jadi untuk anda yang belum nyaman diving dengan arus sering-seringlah diving di daerah berarus sebelum datang ke Raja Ampat, karena seperti semua hal, kemampuan diving anda tumbuh dengan  pengalaman, tidak hanya membaca buku dan baca review di internet.

Jika anda sudah memutuskan untuk ke Raja Ampat, maka habis-habisanlah. Tentu habis-habisan anda harus diimbangi dengan kemampuan finansial dan ketersediaan waktu.  Raja Ampat merupakan kepulauan yang terdiri dari empat pulau besar;  Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool yang mencakup area seluas 40,000 km2. Saran saya lebih baik anda pakai Liveaboard daripada land-based. Atau lebih baik lagi jika menggabungkan keduanya, karena cakupan area yang luas dan karakter di tiap lokasi yang berbeda-beda. Daerah selatan, tengah dan utara memiliki karakternya sendiri-sendiri. Selatan didominasi oleh wall yang warnanya mengingatkan saya pada toko permen walaupun ikan pelagisnya tidak terlalu banyak. Daerah tengah didominasi oleh sea mount dengan banyak ikan pelagis walaupun warna-warninya tidak semenggetarkan daerah selatan. Saya belum pernah ke daerah utara, namun katanya di utara juga tipenya wall.

Warna Warni Misool

Waktu terbaik ke Raja Ampat antara bulan Oktober – Desember. Bulan Januari – April masih relatif baik walaupun sudah mulai berangin dan choppy. Tapi yang jelas jangan ke sana bulan Juni – September karena angin kencang dan hujan deras. Mungkin anda masih bisa diving apabila land-based, namun pasti diving anda tergganggu dengan hujan deras dan laut yang tidak tenang.

Oh iya,  jangan lupa ajak geng diving anda atau paling tidak buddy yang paling cocok. Jangan seperti saya kemarin, solo trip dan gabung dengan grupnya couples. Ada satu orang yang solo juga tapi belagunya minta ampun. Diving dengan geng ataupun hanya dengan couple ada plus minusnya. Diving dengan geng pasti rame banget dan berkesan. Rusuh, berantakan, dan banyak ketawa-ketawa, itu yang setidaknya saya alami saat di Komodo dan informasi dari Weka, dive leader saya di Raja Ampat. Diving dengan pasangan-pasangan yang sudah mapan lebih tenang dan nyaman. Restoran selalu bersih, para tamu yang lain tidak akan mencampuri urusan anda. Mau bareng geng, pasangan itu tergantung preferensi anda, tapi saran saya jangan pergi sendiri,hehehe.

Kecuali anda punya kemampuan finansial dan waktu yang tak terbatas, yang memungkinkan anda bolak-balik ke Raja Ampat.  15 hari sangat ideal untuk menjelajahi seluruh kepulauan Raja Ampat, apabila tidak punya cukup waktu dan biaya, 8 hari sudah cukup, tapi saran saya fokuslah di salah satu area; utara, selatan, atau tengah. Saya sendiri lebih senang ke selatan karena lebih beragam tipe lansekap bawah airnya serta warna warninya yang mengingatkan saya pada toko permen.

Akhir November sampai awal Desember kemarin  saya ke Raja Ampat selama 8 hari. Saya memakai operator Liveaboard Grand Komodo dengan Kapal Raja Ampat Explorer yang berkapasitas 14 divers. Raja Ampat Explorer merupakan kapal terbesar yang dimiliki oleh Grand Komodo. Dibandingkan dengan operator lain,  Grand Komodo lebih murah. Perbedaan harga antara Grand Komodo dengan Kapal Liveaboard lain saya lihat lebih karena fasilitas yang ada di Kapal. Kalau kemampuan dive guide saya rasa Grand Komodo tidak kalah atau bahkan lebih baik, karena dive leader di Grand Komodo seperti Weka dan Johnny berpengalaman mengeksplorasi Raja Ampat sejak tahun 1990an. Mereka mengetahui selak beluk Raja Ampat seperti mereka mengetahui garis tangan mereka sendiri.

Oceanic Manta Ray

Delapan hari trip ke Raja Ampat bersama Grand Komodo kami menghabiskan 3 hari di Selatan (Misool) dan 3 di tengah (Penemu dan Kri),  satu hari pertama digunakan untuk perjalanan dari Sorong ke Misool dan satu hari terakhir no dive karena keesokan harinya kami harus terbang. Saya sendiri lebih suka daerah selatan yang warna-warni dan tipe seascapenya lebih beragam dibandingkan daerah tengah. Namun daerah tengah tidak kalah seru dengan banyaknya atraksi ikan-ikan besar. Favorit saya di selatan (Misool) adalah Four Kings yang merupakan bukit bawah air yang memiliki empat puncak. Seru sekali berpindah-pindah dari satu puncak ke puncak lain, apalagi melihat terumbu karangnya yang warna warni. Selain itu yang istimewa di Misool adalah Batu Tengah. Belum pernah seumur hidup saya melihat begitu banyak ikan di satu lokasi. Bila dianalogikan mungkin sama seperti stasiun Shibuya di Jepang. Lokasi favorit saya di Raja Ampat tengah yaitu Kri karena ikan besarnya banyak dan slopenya ditutupi karang yang cantik.

Saya kira Raja Ampat adalah Mekahnya para penyelam. Anda harus ke Raja Ampat paling tidak satu kali dalam hidup untuk melihat betapa Tuhan maha pemurah  menciptakan laut yang kaya dan cantik untuk kita nikmati keindahannya. Dan sambil menyelam dalam keheningan yang menelusupi diri, kita menyadari bahwa diri kita ternyata hanya secuil dan pengetahuan kita tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan semesta yang luas ini.

Iklan

2 responses to “Tips Diving Raja Ampat

  1. Anas Hanafiah

    Mas, ada kontak Liveaboard Grand Komodo ? Utk dive di R4 berapaan baiayanya ? Tks.

  2. wildanjohardi

    0361 8085858 minta disambungkan dengan Tian. Tergantung tipe kapal yang mas anas pilih,berkisar antara $150 – $200/Hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s