Memori Masa Kecil

Malam sebelum April, buddy diving saya itu pulang kembali ke Yogja, kami makan malam bersama di Soto Sragen. Karena dia kuliah psikologi, dia mengajukan pertanyaan tentang ingatan pertama saya di waktu kecil. Samar-samar saya coba mengais-ngais di sudut pikiran saya. Saya menjawab saat saya sedang menonton Winnie the Pooh pagi hari. Namun saya ralat lagi, ternyata ada lagi yang lebih tua dan lebih samar, ketika saya sedang berdiri di pinggir dermaga saat senja dan menggamit tangan seseorang, yang kemungkinan besar nenek saya.

Ibu saya pernah bercerita, di usia 3 tahun, nenek mengajak saya jalan-jalan ke Padang naik kapal ferry. Cerita yang sama juga disampaikan nenek saya. Beliau menceritakan hal yang sama, tapi dengan lebih detail tentang saya yang lagi sakit gigi dan rewel terus menerus minta naik bendi. Walaupun begitu, nenek saya bangga sekali dengan saya. Dia bilang di usia 3 tahun, saya tidak manja dan tidak sulit diajak jalan-jalan. Sedetail apapun nenek saya becerita, saya sama sekali tidak ingat jalan-jalan saya ke Padang. Cuma satu fragmen yang samar terlintas, ketika saya sedang melihat matahari tenggelam di pinggir dermaga sambil menggamit lengan seseorang, selebihnya gelap. Freud menyebut hal ini infantile amnesia.

Bagian otak yang berperan untuk menyimpan  memori adalah hippocampus, suatu struktur di otak tengah yang berbentuk seperti kacang. Pembentukan memori adalah satu hal dan mengembalikan ingatan itu adalah hal lain. Dikatakan, bahwa untuk mengembalikan kembali dibutuhkan jaringan neuron yang kuat dan solid. Di usia dini, walaupun memori sudah dapat terbentuk nampaknya kita kesulitan mengembalikan memori, apalagi ketika tidak ada emosi yang terlibat dan konteks yang sesuai.

Mungkin, di tepi laut adalah memori yang memiliki emosi dan ada konteks di sana. Mungkin nenek saya saat itu mencoba menunjukkan kepada saya bahwa senja terindah selalu ada di pinggir laut. Atau bisa juga saat itu saya dimarahi nenek saya karena berdiri terlalu dekat dengan laut sehingga takut saya tercebur. Namun apapun itu, senja dan pantai nampaknya menimbulkan kesan mendalam bagi saya. Makanya ketika melihat senja di pinggir laut, saya merasa tentram.

Bagaimana dengan kamu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s