Monthly Archives: Februari 2014

Orang Kaya VS Bukan Orang Kaya

Seperti kebiasaan kami sehabis les bahasa perancis di minggu sore, saya dan teman saya selalu bergosip. Kali ini kami bergosip tentang bos-bos di perusahaan tempat kami bekerja, tentang attitude mereka. Kami membagi mereka menjadi dua yaitu bos yang orang kaya dan yang bukan orang kaya. Tentu penamaan ini sangat pretensius dan sebetulnya tidak tepat. Tapi untuk kemudahan mari kita menamakannya seperti itu.

Bos yang orang kaya memiliki attitude orang kaya seperti percaya diri luar biasa, tau benar apa yang dia mau, tidak membiarkan hal-hal kecil menghalangi jalannya mencapai tujuan, cuek dan suka eenaknya, pemberani. Bos yang bukan orang kaya memiliki attitude sebaliknya, kurang percaya diri, tidak tau apa yang dimau, selalu punya alasan untuk semua hal, taat aturan dan kaku.

Teman saya berteori bahwa bos yang memiliki attitude orang kaya adalah orang kaya beneran atau anaknya orang kaya yang berkuasa. Orang kaya memang dibesarkan berbeda dengan yang bukan orang kaya. Hal ini bisa terlihat dari tingkat percaya diri dan bagaimana mereka memahami uang. Orang kaya tau benar apa yang dia mau, tidak mudah minder sehingga percaya dirinya luar biasa dan mengerti bahwa uang bisa dibuat bekerja untuk mereka. Sebaliknya, yang bukan orang kaya biasanya tidak tau apa yang dia mau, minder menghadapi yang lebih baik dari mereka dan melihat uang sebagai tujuan.

Saya ingat Film Rush (2013) yang menceritakan tentang rivalitas dua pembalap di era 70an, yaitu James Hunt dan Niki Lauda. Saya ingat adegan ketika Niki Lauda mau naik ke jenjang ke Formula 1 tapi tidak memiliki dana sehingga harus meminta kepada orang tuanya. Niki Lauda ditolak karena orang tuanya menganggap pembalap itu bukan pekerjaan terhormat dan memalukan nama keluarga Lauda yang sudah kadung terkenal sebagai pebisnis, politikus dan ahli ekonomi. Seperti anak orang kaya pada umumnya Niki Lauda tau betul yang dia mau dan tidak membiarkan penolakan orang tuanya menghalangi jalannya. Dia lantas meminjam uang dari bank, membeli tim F1 yang hampir bangkrut untuk menjadi pembalap F1.

Tapi sebetulnya attitude seperti ini bukan hanya dimiliki oleh orang kaya, dan sebaliknya ada juga orang kaya tapi tidak memiliki karakter seperti ini. Orang kaya yang tidak memiliki karakter seperti ini biasanya karena pengaruh lingkungan atau didikan orang tua. Uang sebetulnya adalah sebuah konsep, bukan sebuah benda. Sayangnya, tidak banyak keluarga yang memahami ini. Sejak kecil, anak melihat uang sering dijadikan halangan dan masalah. Akhirnya ketika anak menjadi dewasa uang menjadi tujuan, dan salah satu (jika bukan satu-satunya) jalan menuju kebahagiaan.

Sesi gosip itu berakhir dengan kami yang sama-sama menyadari bahwa kami sama sekali tidak bermental orang kaya. Kami sering minder, tidak tau apa yang kami mau, dan tidak menganggap uang sebagai alat, namun sebagai tujuan. Pada akhirnya pun kami mentertawakan diri sendiri.