Monthly Archives: April 2014

HER

Akhir maret lalu, saya, istri dan beberapa sahabat terdekat berencana nonton film. Karena tidak update dengan film-film bioskop, saya ngikut apa kata teman-teman. Film yang direkomendasikan teman-teman saya cek dulu ratingnya di IMDB dan saya dukung sepenuhnya film dengan rating bagus terlepas apapun genrenya. Dari beberapa film yang diajukan saya lihat film Her yang dibintangi Jaoquin Phoenix dan disutradarai oleh Spike Jonze ratingnya paling tinggi.  Sepakat, kami pun nonton.

Sejak awal pembukaan film ini saya langsung jatuh cinta. Filmnya sangat simpel, tidak banyak tokoh, tidak hingar bingar, tidak banyak warna-warna mencolok. Saya terutama suka banget sama tone dan atmosfer yang coba dibangun di film ini. Memang sih, ini bukan tipe film mengibur  yang membuat kita buncah, tertawa sekeras-kerasnya dan membuat kita senang setelah menonton. Film ini adalah tipe film yang sehabis nonton akan memaksa kita berpikir dan membahasnya dengan teman-teman.

Theodore (Joaquin Phoenix), seorang penulis kata-kata ucapan di kartu sedang galau. Diambang perceraiannya dengan istrinya Catherine (Rooney Mara), Theodore seperti kehilangan dirinya dan tenggelam dalam kesendirian. Theodore menjalani rutinitas hidup sederhana dan tidak bermakna serta minim interaksi sosial. Keadaan berubah semenjak dia membeli sistem operasi pintar bersuara perempuan, Samantha. Semenjak itu, Theodore seperti mendapat gairah baru  karena dia menganggap Samantha yang cerdas itu sangat cocok dengannya. Theodeore hidup di masa ketika ngomong sendiri, menari-nari sendiri, dan tertawa-tawa sendiri merupakan pemandangan lazim dan lumrah.  Absurd memang ketika melihat seseorang jatuh cinta dengan sesuatu yang tidak nyata,  yang tampilan fisiknya hanya berupa gadget. Namun di film itu kita bisa melihat bahwa perasaan yang timbul itu nyata. Theodore cemburu ketika tau Samantha tidak hanya menjalin kasih dengan dia seoarang, namun dengan ratusan orang lainnya secara bersamaan. Penampilan Jaoquin Phoenix luar biasa. Dia bisa membuat tokoh Samantha ini hidup dan nyata. Suara Scarlett Johansson yang serak-serak seksi enak sekali didengar. Seandainya Siri suaranya seseksi itu, pasti tiap hari saya pakai.

Apakah itu  absurd? Tidak juga. Saya jadi berpikir kalau sebetulnya rasa cinta dan sayang itu juga bukan sesuatu yang nyata. Tapi walaupun begitu, kita tetap bisa merasakannya. Tidak aneh bukan, jika jatuh cinta kepada sesuatu yang tidak nyata dan rasa cinta dan sayang itu sebetulnya tidak nyata. Mungkin rasa cinta agung ketika cinta hanya ada di angan, tidak dimanifestasikan dalam bentuk fisik. Ya mungkin saja.

Anyway, ngomong-ngomong soal cinta, saya jadi ingat salah satu lagu yang manis sekali di lagu ini, judulnya The Moon Song. Pas sekali sama keadaan saya sekering. Kesepian, malam minggu sendirian dan cuma ditemani komputer, sementara istri saya berada jauh di sana. Walaupun secara fisik dia tidak ada di sisi saya tetap saja hati ini terasa hangat, I am safe and we re million miles away

The Moon Song

I’m lying on the moon
My dear, I’ll be there soon
It’s a quiet starry place
Time’s we’re swallowed up
In space we’re here a million miles away

There’s things I wish I knew
There’s no thing I’d keep from you
It’s a dark and shiny place
But with you my dear
I’m safe and we’re a million miles away

We’re lying on the moon
It’s a perfect afternoon
Your shadow follows me all day
Making sure that I’m
Okay and we’re a million miles away