Monthly Archives: Maret 2017

Being Immortal

Seorang teman menyarankan saya untuk menulis tentang pengalaman saya dengan Amiya, putri kecil saya. Ide yang bagus. Selain sudah  setahun lebih saya tidak menulis, idenya sesuai dengan mengapa saya memulai menulis yaitu menjadi abadi. 

Pada akhirnya menulis adalah soal kebiasaan. Pelukis Chuck Close percaya Inspirasi untuk amatir sementara pelukis sesungguhnya datang dan bekerja.

Seperti kata Close, tak bisa hanya mengandalkan “inspirasi” untuk menghasilkan tulisan yang bagus, yang perlu dilakukan hanyalah memulai menulis dan tak perlu jadi tulisan yang bagus tulisan yang jujur lebih penting bagi saya. 

Terima kasih telah mengingatkan dan memberikan saran untuk saya, really appreciate it.

🙂

Iklan

Semalam tanpa Susu

Sabtu 22 Maret 2017

Hari ini, mamahmu dinas ke semarang dan kamu harus tidur bersama ayah tanpa mamah. Kami kuatir karena tiap malam kamu pasti terbangun menangis keras dan baru tenang ketika menyusu. Makanya, Ayah kuatir nak, karena malam ini hanya kita berdua dan tak ada susu yang menemani.
Sebetulnya mamah sudah bilang ke ayah supaya suster saja yang tidur sama kamu dan ayah tidur di kamar lain. Tapi ayah gak mau, ayah percaya hal-hal seperti ini harus dihadapi. Lagian kamu kan anak ayah, waktu kamu baru lahir, saat kamu rewel-rewelnya dan belum ada suster, ayah bisa mengurusmu.

Malam ini, Suster sudah menakar susu, menyiapkan botol dan termos untuk membuat susu untuk persiapan ketika kamu rewel.  

Jam 21.30 kamu terbangun, awalnya hanya rengekan kecil tapi lama kelamaan jadi tangisan keras. Ayah tidak membuat susu karena masih terlalu sore. Ayah menggendongmu dan membiarkanmu tidur di dada ayah, seperti saat kamu baru lahir dulu. 

Jam 12.30 kamu kembali terbangun, ayah buru-buru meracik susu. Tapi, tangisanmu kencang sekali sampai terbatuk-batuk. Ayah segera menggendongmu sampai tangismu reda dan kamu tertidur. Ayah kembali membiarkanmu tidur di dada ayah. 

Jam 05.00 kamu kembali terbangun. Sudah tau apa yang harus dilakukan, ayah langsung menggendongmu lagi. Kamu pun tenang dan tertidur kembali. 

Saat kamu bangun lagi jam 06.30 Ayah baru sadar kamu telah tidur dari jam 19.30 berarti sudah 11 jam tidak minum baik itu susu maupun air putih

Sial.

Ayah langsung mengambil botol minummu. Kamu langsung meminum 3/4 botol air tanpa berhenti. Kamu terlihat agak lemas, mungkin karena tidak menyusu semalaman. 

Walaupun begitu,  berhasil melewati malam ini dengan sedikit drama. Dan ayah bangga sama kamu dan sama diri ayah sendiri. Sesuai janji ayah, jika kita bisa melewati malam ini tanpa harus ke rumah sakit, hari minggu ayah akan mengajak kamu main di Scientia Park BSD.

Sepertinya kita bisa jadi tim yang baik 😊