Tag Archives: 2014

2014

Masa lalu biarlah masa lalu
-Inul Daratista

Tempus fugit, time flies, 2014 telah berlalu dan sudah 10 hari sudah jejak kita terlewat di tahun 2015. Aslinya aku mau mengeluarkan tulisan ini tepat sebelum tahun baru. Namun apa boleh buat, aku yang saat malam tahun baru ada di Bandung rasanya berat sekali untuk membuka laptop dan mulai menulis. Apalagi udara dingin dan memang udara di dago atas mengajak siapapun untuk bermalas-malasan.

Banyak hal yang terjadi di tahun 2014, mungkin yang paling seru adalah pemilu tahun 2014 yang benar-benar keras, penuh fitnah, dan yang terparah, menjadikan penduduk Indonesia terbelah, aku dan kamu, dia dan mereka. Bahkan sampai saat ini, Jokowers atau Prabowers masih saling meledek, saling bully dan saling mencari-cari kesalahan orang lain.

Tahun 2014 kita juga menyaksikan dengan pahit, Brazil negara dengan sejarah sepakbola yang panjang, yang terkenal dengan Jogo Bonito, remuk redam 1-7 oleh Der Panzer Jerman. Aku yang fans Brazil sampai harus mematikan televisi karena tidak tega melihat Brazil dibantai Jerman.

Pada tahun 2014 kita bisa menaruh harapan kepada demokrasi. Kita melihat kemunculan pemimpin-pemimpin lokal yang super keren dan mengagumkan. Orang-orang seperti Tri Risma, Ahok, Ridwan Kamil, Nurdin Abdullah seperti menyeruak seperti bunga ditengah padang pasir. Selama ini politik dekat dengan hal-hal jorok dan kotor. Namun, dengan munculnya kepemimpinan lokal yang menginspirasi, kita bisa menaruh harapan ke proses politik yang kita jauhi dan kita benci itu.

Seperti biasa tiap tahun aku akan membuat kilas balik apa yang terjadi tahun 2014 dan apa harapanku di tahun 2015 mendatang. Tahun 2014 adalah tahun yang menantang. Tahun  ini aku menikah, namun juga hidup berjauh-jauhan dengan istri. Tahun ini juga merupakan tahun aku memulai bisnis pendidikan yang masih berjalan tertatih-tatih.

Highlight utama tahun 2014 adalah pernikahan pada bulan Maret 2014. Akhirnya setelah sepuluh tahun pacaran aku menikah juga. Tidak terlalu banyak perubahan yang terjadi dengan hidupku setelah pernikahan. Enam bulan setelah menikah, istri masih tinggal di Jepang dan aku di Bontang. Bahkan setelah kembali ke Indonesia istri masih tinggal di Jakarta karena sudah kerja. Pada tahun 2014, kami berdua belum berhasil mendapatkan solusi dari kehidupan kami yang berjauh-jauhan.

Tahun 2014, aku sama sekali tidak membuat dive trip. Sedih sih, tapi ya itu konsekuensi dari menikah. Aku harus kompromi sambil ngompor-ngompori istri untuk ambil sertifikasi selam. Namun sebagai gantinya, aku dan istri membuat dua traveling trip, yaitu Bali untuk Bulan madu, dan Jepang Cina untuk merayakan kepulangan istri ke Indonesia. Bali seperti biasa tidak pernah mengecewakan, apalagi kami berdua menginap di Ayana yang mewah dan keren itu. Menginap di Ayana mengubah cara pandang kami tentang hotel mewah dan hospitality. Kami jadi sadar kalau bisnis hospitality adalah bisnis yang rumit dan harga memang berkaitan langsung dengan service yang memuaskan. Aku juga pergi menjemput istri ke Jepang dan berkunjung ke beberapa kota di Cina untuk menyaksikan pertumbuhan ekonomi di Cina yang tinggi. Cina tidak seperti yang orang-orang katakan. Memang di beberapa daerah pipis sembarangan dan meludah sembarangan sudah merupakan hal yang lazim, namun di sisi lain, Cina nampaknya berupaya untuk menggantikan Amerika sebagai kekuatan ekonomi dunia. Pertumbuhan kelas menengah yang amat besar mendorong konsumsi domestik Cina yang besar. Selain itu pertumbuhan kelas menengah juga melahirkan pelancong-pelancong asal Cina yang menginvasi seluruh dunia. Di belahan dunia manapun kita bisa melihat turis-turis asal Cina dengan ciri khas yang mirip; bergerombol, jorok, royal, tidak disiplin, berisik dan lack of empathy.

Hasil check up kesehatanku yang dilakukan bulan bulan Oktober tahun 2014  hasilnya buruk karena tingkat asam uratku tinggi 9.2 mg/dl. Asam urat adalah sisa metabolisme dari purin. Normalnya ginjal bisa asam urat ini, namun bila berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan dan asam urat menumpuk dalam tubuh. Anehnya, aku tidak merasakan nyeri sendi atau apapun. Dokter kantor memberikan list makanan apa saja yang mengandung purin tinggi. Dari list tersebut, aku hanya boleh makan ikan. Sayurpun tidak boleh yang hijau, hanya boleh yang putih. Dan lucunya lagi, di internet aku menemukan rekomendasi bahwa pengidap asam urat harus banyak-banyak makan karbohidrat kompleks karena karbohidrat membantu mengeluarkan asam urat dari tubuh. Padahal aku sedang mengurangi konsumsi nasi karena kata seorang tabib Cina aku memiliki keturunan diabetes dan harus segera mengubah pola makanku.

Jumlah tulisan yang kupublish pada tahun 2014 ini juga tidak sesuai target, aku menargetkan 30 tulisan pada tahun 2014, namun yang berhasil publish hanya 22 tulisan, kurang dari dua tulisan setiap bulannya. Tidak ada alasan, aku hanya kurang fokus dan kebanyakan rencana.

Ekspektasi 2015

Fokus utamaku pada tahun 2015 adalah bagaimana mendapatkan solusi agar aku dan istri bisa hidup berdekatan. Mungkin aku yang pindah ke Jakarta, atau Istri yang pindah ke Bontang. Entahlah, tapi aku dan istri sedang sama-sama berusaha.

Selain itu, targetku tahun ini adalah mendorong istri untuk bisa sertifikasi selam sambil membuat dive trip bersama. Juga aku dan istri telah merencakan satu trip ke luar negeri pada tahun ini yang entah pada bulan berapa, tergantung rejeki yang kami terima.

Tahun 2015 aku juga harus lebih berani lagi masuk ke ranah bisnis. Tahun lalu Aku sudah memulai bisnis pendidikan, namun aku tidak terlibat langsung dan kontribusiku kecil. Tahun 2015 aku harus berani masuk dan memulai bisni & investasi entah di bidang properti, jasa, atau apapun yang bisa menghasilkan keuntungan.

Tahun 2015 aku menargetkan asam uratku turun dengan tidak menaikan kadar kolesterolku yang sudah bagus. aku akan meluangkan waktu untuk jogging dan berenang. Aku menargetkan setiap minggunya aku lari 10 km dan berenang 2 km.

Walaupun sejak tahun 2014 aku menargetkan bisa bahasa lain selain inggris dan indonesia, namun aku belum saja merealisasikannya. Aku memang sempat les bahasa perancis pada tahun lalu, namun aku tidak serius dan kurang motivasi. Aku malah lebih termotivasi belajar bahasa Cina ketika aku akan pergi ke Cina. Agaknya aku harus menseriusi bahasa Cina dan belajar bahasa Perancis lebih giat. Targetku tahun 2015 adalah meluangkan waktu satu jam setiap minggu untuk belajar bahasa.

Kelihatannya tahun 2015 tidak akan mudah. Aku memperkirakan akan ada keputusan besar yang dapat mengubah arah hidupku. Mudah-mudahan aku bisa menhadapi tahun 2015 dengan tidak kehilangan kemanusiaan dan kebahagiaan.

Tabique

Iklan

2013

Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan di malam tahun baru ini. Tahun lalu, saya bertahun baru sama pacar di Sapporo sambil makan Nabe dan menikmati keriuhan bersama orang-orang Jepang yang mabuk. Tapi tahun ini saya sendirian saja, jadi saya akan menulis review tahun 2013 dan ekspektasi saya terhadap tahun 2014.

Secara umum tahun 2013 menuntut saya menjadi orang yang sabar dan belajar bahwa apa yang telah saya usahakan maksimal belum tentu meraih hasil yang baik pula. Manusia hanya bisa berusaha, hasilnya Allah yang menentukan.

Tahun 2013 saya daftar dua beasiswa kuliah S2 yaitu Chevening & USAID. Saya menumpahkan banyak waktu dan energi saya untuk mengisi form aplikasinya yang ribet itu. Bahkan setelah selesai, saya minta review kepada teman saya yang telah mendapat beasiswa tersebut. Saya juga harus mengemis-ngemis minta rekomendasi kepada bos saya dan dosen yang sepertinya sudah lupa sama saya. Hasilnya, walaupun saya diterima di beberapa Universitas di Inggris, saya gagal mendapat beasiswa. Saya sampai membohongi diri saya sendiri dan juga admission team Universitas-universitas tersebut dengan menunda admission prosesnya ke tahun 2014 seolah-olah saya bisa dapat beasiswa atau bisa bayar sendiri pada tahun itu. Sekarang tiap dapat email dari Inggris, sedih sekali rasanya.

Anyway, tidak seluruhnya tahun 2013 gelap, di sisi pekerjaan saya senang sekali karena termasuk dalam tim yang berhasil meraih target korporat, bahkan lebih dari target karena kami meraih tiga penghargaan antara lain; PROPER hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup, Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian, dan peringkat II Penghargaan Efisiensi Energi Nasional kategori manajemen energi dari Kementerian ESDM.

Walaupun tidak direncanakan sebelumnya, saya akhirnya diving juga ke Raja Ampat. Petualangan yang seru karena saya diving sendirian dan bergabung dengan grup lain dalam satu kapal Grand Komodo. Walaupun pada kenyataannya buddy saya tidak seseru yang saya bayangkan, bahkan sempat ada konflik, namun pada akhirnya keindahan bawah air Raja Ampatlah yang membuat trip itu sempurna.

Saya juga berhasil mencapai target menulis blog sebanyak 24 tulisan pada tahun ini. Apabila tulisan ini selesai, berarti 25 tulisan tercapai tahun 2013. Semoga tulisan-tulisan saya bisa menjadi warisan berharga untuk orang-orang terdekat saya.

Dari segi kesehatan, saya juga berhasil mempertahankan hasil Medical Check Up   yang tidak melebihi ambang batas. Kecuali asam urat yang sedikit di atas range, semuanya dalam toleransi. Berat badan saya juga masih berada pada kisaran 85 kg walaupun target olahraga dua minggu sekali sering tidak dilakukan.

Target ambisius ke Perancis atau Maroko tidak berhasil dilaksanakan karena saya kekurangan cuti dan juga kekurangan uang. Saya terlalu fokus pada urusan sekolah sehingga saya sedikit mengabaikan rencana traveling saya. Tahun 2014 pun rasanya berat untuk bisa traveling ke Eropa karena tahun 2014 akan menjadi tahun yang besar yang membutuhkan banyak energi dan biaya.

Sampai akhir tahun 2013 saya belum punya bisnis riil. Rencana bikin sekolah sama sahabat saya terpaksa ditunda karena ternyata buat sekolah gak semudah itu. Membuka sekolah juga butuh biaya dan effort yang besar, terlebih lagi si gendut dan saya masih sibuk dengan urusan masing-masing, si gendut dengan percintaan yang tragis dan saya dengan beasiswa yang gagal. Namun, ternyata si gendut tidak cepat terpuruk. Dia bisa mengambil inisiatif untuk membuat perusahaan jasa pelatihan yang rencananya akan dieksekusi tahun 2014 dan sata diajak!

Tahun 2013 kemarin saya akhirnya belajar bahasa perancis lagi bersama rekan saya di Bontang. Walaupun sampai sekarang saya masih belepotan ngomong, dan kalau diadu sama ponakan yang masih 6 tahun itu pasti kalah.

Ekspektasi Tahun 2014

Tahun 2014 akan menjadi tahun yang besar bagi saya. Bagaimana tidak, saya akhirnya akan settle down. Agak ngeri membayangkannya. Mungkin karena saya sudah terlalu lama bujang yang hidupnya berlangsung antara buritan dan kemudi kalau kata Chairil Anwar. Saya paham bahwa menikah, terutama di Indonesia bukan hanya urusan pengantin saja tapi dua keluarga. So I won’t have the privilege singles have, seperti hidup boros dan jadi flaneur  yang gemar keluyuran. Saya harus berbagi dan mencoba mengerti pasangan saya. Tahun 2014 akan menjadi tahun transisi saya dari bujangan ke pria berkeluarga. Oleh karena itu ekspektasi saya tidak akan seegois tahun sebelumnya.

Bisnis: Saya akan mengerahkan energi, waktu dan biaya untuk membangun dan membesarkan perusahaan yang sudah direncanakan oleh si gendut. Target pribadi saya, perusahaan ini harus sudah bisa berjalan dengan modal awal yang kami miliki walaupun belum untung.

Diving: Tahun depan saya akan meracuni pasangan saya itu untuk belajar diving.  Mungkin pada akhir tahun, karena pada tahun 2014 saya akan dapat cuti besar selama 75 hari!

Blog: Saya membuat target menulis 30 tulisan pada tahun 2014 tentang apapun. Saya juga akan berusaha jujur dalam menulis, sesuatu yang saya sadari sangat penting.

Kesehatan: Sama seperti tahun 2013, hasil medical check up tidak melebihi batas toleransi. Asam urat juga tidak boleh melebihi toleransi. Berat badan juga harus bisa mencapai 83 Kg dengan olahraga seminggu dua kali. Supaya nanti, walaupun setelah nikah, bisa tetap oke.

Bahasa: Saya akan fokus belajar bahasa perancis dengan target bisa ngobrol sama Zola, keponakan saya. Selama ini saya cuma ngomong perancis saat les saja, atau saat sms dengan rekan saya yang juga belajar bahasa perancis. Tahun 2014, saya harus lebih intens belajar.

Yah, kayaknya cukup ekspektasi saya di tahun 2014. Semoga saya bisa selamat melalui tahun 2014 yang merupakan tahun politik, tahun penuh ketidakpastian dan tahun yang menjadi milestone besar hidup saya.

Selamat tahun baru kawans, dan pada akhirnya saya akan mengutip Sapardi:

Yang fana adalah waktu. Kita abadi. 

Selamat tahun baru 2014.